Hello..... Welcome to my blog :D I hope you enjoy here :) this blog specially for SoniQ, Always BD, Siwonest, Zaynster and Shivers :). Thank you for visiting and don’t forget to leave your comment guys :D Selalu Bersama (Iqbaal Bella Story) | Lollypop Love

Selasa, 10 Desember 2013

Selalu Bersama (Iqbaal Bella Story)

SELALU BERSAMA
Bella bisa merasakan kalau semua siswa dikelas ini sedang membicarakannya namun ia mencoba untuk tak peduli meskipun ia merasa sangat sedih. Bella terus berusaha menahan air matanya yang sedari tadi mendesak untuk keluar. Tapi ia tidak mau menunjukkan kepada siapapun kalau ia lemah. Matanya sudah cukup sembab akibat menangis semalaman dan ia tidak mau membuat matanya semakin parah akibat menangis.
“Dasar anak koruptor.”cibir salah satu teman sekelasnya dengan suara yang sengaja dikeraskan
Bella menunuduk dalam, ia mencengkram kuat rok abu-abunya.
“Nggak tau malu ya masih aja sekolah disini, inikan sekolah elit.”kini seorang berambut keriting gantung mengungkapkan ejekannya setelah tadi didahului oleh temannya.
Mata Bella berkaca-kaca, kenapa semua orang justru memojokkannya sekarang. Semua sahabatnya perlahan meninggalkannya akibat terkuaknya berita bahwa ayahnya terlibat korupsi yang sangat merugikan Negara dan saat ini berita ini tengah menjadi hot news di semua surat kabar di Indonesia. Tapi Bella yakin ayahnya tidak bersalah, beliau hanya di fitnah oleh rekan kerjanya yang tidak menyukainya. Dan kini ayahnya harus mendekam di kantor polisi untuk menjalani serentetan pemeriksaan yang begitu rumit.
“Kenapa nggak dikeluarin aja sih dari sini kan keberadaannya disini Cuma mencoreng nama baik sekolah kita.”
Seorang gadis dengan rambutnya yang dikuncir kuda kini berkata dengan sinis”Bener tuh kalo gue jadi ketua yayasan udah gue keluarin dia.”
Bella bisa merasakan kupingnya yang sudah sangat panas mendengar hinaan-hinaan yang ditujukan untuknya. Bella bangkit dari duduknya lalu pergi keluar kelas. Bella bisa mendengar suara tawa kemenangan dari mereka dan saat itu juga Bella berlari ke taman belakang sekolahnya yang ia yakini sedang sepi sekarang.
^_^
Menangis dan menangis. Ya, hanya menangis yang bisa Bella lakukan sekarang. Bahkan bel masuk yang berdenting 10 menit yang lalupun tak membuatnya ingin beranjak dari bangku semen yang kini ia duduki. Bella mencengkram erat bangku yang ia duduki, ini terlalu cepat dan tiba-tiba. Bella tidak sanggup harus mendengar cemoohan dari semua orang.
“Bella.”suara lembut seorang pemuda yang kini berdiri dihadapannya membuat Bella mendongak
Seorang pemuda tampan dengan perawakan tinggi ini tengah tersenyum hangat pada Bella
“Iqbaal.”ujar Bella lirih lalu segera menghambur ke pelukan Iqbaal
Iqbaal membalas pelukan Bella, ia mengusap lembut puncak kepala Bella”Udah jangan nagis lagi, kan ada aku”
“Aku gak kuat Baal, aku gak sanggup, aku mau mati aja.”
Iqbaal melepas pelukannya lalu menatap dalam gadisnya”Kamu gak boleh ngomong gitu, kamu lupa ya punya aku.”kata Iqbaal lembut”Aku bakal selalu ada disamping kamu dan kita bakal lewatin ini sama-sama ya?”
Iqbaal menyeka air mata Bela dengan ibu jarinya lalu kembali memeluk Bella, kali ini lebih erat.
“Hidup aku udah hancur Baal. Papa di penjara, Mama sekarang lagi sakit, semua harta kekayaan aku disita karna dikira hasil korupsi, semua orang jauhin aku, bahkan anak-anak dikelas tadi pada ngejek aku.”Bella menghela nafas berat sejenak”Aku yakin sebentar lagi aku juga bakal dikeluarin dari sekolah ini.”
Iqbaal tersenyum getir, ia bisa merasakan kepedihan kekasihnya ini. Jika Iqbaal diposisi Bella, Iqbaal juga pasti akan seperti ini.
“Kamu tau gak Bel dulu nenek aku sebelum meninggal bilang gini ke aku’kebenaran akan selalu menang, meskipun awalnya kejahatan yang menang tapi pada akhirnya kebenaran tidak akan pernah dikalahkan oleh kejahatan. Karna sejatinya Tuhan selalu bersama orang-orang yang baik, Tuhan mau menguji kesabaran umatnya dan kalau kita berhasil melalui ujianNya kita kan mendapat kebahagiaan yang sangat indah’ dan aku percaya itu, Papa kamu gak salah suatu saat nanti semuanya akan terbongkar dan kembali seperti semula.”
“Semoga omongan kamu bener kejadian Baal.”ujar Bella
Iqbaal tersenyum manis”Jangan nangis lagi ya, kamu jelek tau kalo nangis.”ujar Iqbaal lalu nyengir
Bella melepaskan pelukan Iqbaal lalu cemberut”Ih kamu mah.”
“Tapi kalo cemberut kok makin cantik ya.”goda Iqbaal sambil memainkan alisnya genit
Bella mencubit perut Iqbaal”Iqbaaaal.”
Iqbaal meringis sambil mememgangi perutnya yang terasa sakit”Gak papa deh asal kamu seneng.”
“Aku gak tau harus gimana kalo gak ada kamu Baal.”ujar Bella yang menatap Iqbaal dalam”Jangan tinggalin aku ya.”
“Iya kau janji.”
***
Hari demi hari berlalu, Bella sudah tidak lagi bersekolah di SMA BAKTI BANGSA. Kini Bellapun tinggal disebuah rumah sederhana yang dibelikan oleh Iqbaal. Bella sudah menolak tapi Iqbaal tetap saja memaksanya. Tidak hanya membelikan rumah, Iqbaal juga memberikan modal untuk Mama Bella sehingga Bella dan mamanya bisa membuka usaha warung kecil-kecilan di depan rumah mereka. Bella menghabiskan waktunya untuk membantu mamanya, Iqbaal juga sering datang kesana untuk membantu.
Bella  sedang mencuci piring saat Iqbaal datang kerumahnya sore itu. Bella merasa ada yang lain dengan Iqbaal saat itu, ekspresi wajah Iqbaal terlihat aneh tidak seperti biasanya.
“Kamu kenapa sih Baal?”tanya Bella yang tidak tahan ingin menanyakan hal ini sejak tadi karna sikap Iqbaal yang sangat berbeda.
Iqbaal menatap gadis cantik didepannya serius”Aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”
Bella menautkan alisnya”Apa?”
“Aku……”
Bella semakin penasaran dengan apa yang ingin Iqbaal katakana hingga membuat dahinya berkerut.
“Aku mau putus Be.l”
Bella terpaku ditempatnya, mencoba memastikan kalau apa yang didengarnya barusan bukan mimpi. Sejurus kemudian air mata Bella sudah meleleh namun buru-buru Bella mengusapnya. Bella tersenyum simpul”Kenapa? mama sama papa kamu malu ya karna kamu punya hubungan sama aku?”tanya Bella mencoba tegar tak peduli betapa sakit hatinya sekarang
Iqbaal mengangguk”Mereka nyuruh aku buat mutusin kamu, dan aku gak punya pilihan lain.”
Bella kembali tersenyum”Aku bakal keluar dari rumah ini dan secepatnya kau bakal balikin modal dari kamu.”
“Gak Bel, ini semua tetep buat kamu.”kata Iqbaal”Maafin aku Bel, aku gak bisa nepatin janji aku buat selalu ada disamping kamu.”
“Gak papa kok, cepat atau lambat kita emang harus berpisah kan? karna kita beda dan perbedaan itu gak akan bisa ngubah segalanya.”
Iqbaal menatap Bella pedih tapi ia tak punya pilihan lain”Aku pamit Bel.”
Bella mengangguk, ia mengantar Iqbaal sampai pintu lalu membiarkan Iqbaal pergi dengan rasa sakit yang begitu menyakitkan. Bella menatap nanar punngung Iqbaal yang sudah masuk mobil dan perlahan mobil Iqbaal menghilang dari penglihatannya. Bella menutup pintu rumahnya dan saat itu juga air mata membanjiri pipinya. Tubuh Bella merosost, ia memeluk lututnya erat lalu menangis sekeras-kerasnya. Seharusnya ia tau, ia tak mungkin bisa bersama Iqbaal selamanya karna selamanya itu tidak ada. Bella mengingat janji-janji manis Iqbaal yang diucapkan iqbaal dulu. Kini janji itu hanya menjadi sekedar janji, yang tidak ditepati dan janji yang terabaikan.
“Sadar dong Bel sadar, kamu tuh gak pantes sama Iqbaal. Kalian itu udah beda sekarang dan gak mungkin bersama. Iqbaal itu anak dari keluarga terhormat jadi gak mungkin mau berhubungan dengan anak seorang koruptor yang kini hidup miskin sama ibunya.”
Bella memukul kepalanya sendiri”Dasar bodoh, dasar gak tau diri.”omel Bella pada dirinya sendiri sambil terus menangis.
***
Beberapa bulan telah berlalu namun Bella tak kunjung bisa melupakan Iqbaal. Bella menjadi sosok yang pendiam dan sering melamun. Seperti tidak punya semangat hidup lagi, dan itu membuat mamanya sedih. Bella sedang melamun diteras rumahnya malam itu, aktifitas yang kini menjadi aktifitas harian bagi Bella sejak ia putus dari Iqbaal.
“Bella.”panggil mamanya namun tak disahuti oleh Bella
Bu Naya yang tak lain adalah mama dari Bella menghampiri Bella lalu duduk disebelah putri satu-satunya itu. Bu Naya memegang pundak Bella”Bel”panggilnya
Bella tersadar lalu menatap mamanya”Eh mama, ada apa ma?”Tanya Bella yang memaksakan dirinya untuk tersenyum
“Kamu masih cinta ya sama Iqbaal?”Tanya wanita paruh baya ini to the point
Bella tersentak mendengar pertanyaan dari mamanya”Enggak kok ma.”
“Kamu jangan bohong, mama bisa lihat kok dari mata kamu.”
Bella menunduk”Iya ma. Aku belum bisa lupain Iqbaal.”ujar Bella lirih
Bu Naya tersenyum simpul lalu menatap datar ke depan”Kamu lupain dia ya, kalian mungkin memang di takdirkan tidak berjodoh.”
“Bella bakal usaha kok ma.”ujar Bella dengan senyum dipaksa
***
Bella membuka jendela kamarnya sambil tersenyum lebar. Ia kembali ke tempat ini, yah kamarnya yang dulu. Siapa yang menyangka kalau tadi malam Bella dan mamanya mendapat tamu tak terduga yakni ayahnya yang kini bebas dari segala tuduhan dan hukuman. Ayah Bella terbukti tidak bersalah dan semua harta kekayaan mereka kembali. Bella merentangkan kedua tangannya lebar dengan senyum yang tak juga pudar. Bella merasa sangat bahagia karna semuanya kembali seperti semula dan kini semuanya baik-baik saja. Senyum Bella perlahan memudar. Ia tersadar ada satu hal yang belum kembali seperti dulu lagi,Iqbaal. Bella sudah memutuskan untuk tidak bersekolah di SMAnya yang dulu lagi. Ia tidak mau terus mengingat tentang Iqbaal dan selalu hidup dalam bayang-bayang masa lalunya yang indah bersama Iqbaal. Bella mengutuk dirinya sendiri karna barusan ia kembali menitihkan air mata, tentu saja karna Iqbaal.
“Ayolah Bel, lupain Iqbaal kalian udah gak ketemu satu bulan tapi kenapa kamu gak juga ngelupain Iqbaal?”Kata Bella pada dirinya sendiri
Bella menoleh saat menyadari pintu kamrnya yang terbuka. Mamanya tersenyum sambil berjalan menghampirinya.
“Ada yang mau ketemu kamu tuh.”Ujar Bu Naya
Bella menautkan alisnya”Siapa ma?”tanya Bella heran mengingat ini masih sangat pagi
“Lihat aja sendiri.”ujar sang mama lantas beranjak pergi
Bellapun terpaksa mengikuti Bu Naya dari belakang, ia juga pensaran siapa yang pagi-pagi begini sudah bertamu.
***
“Apa? Jadi kamu manfaatin Salsha?”Tanya Bella tak percaya begitu mendengar penuturan Iqbaal.
Hal yang mengejutkan bukan kenapa Iqbaal tiba-tiba bias ada dirumah Bella pagi-pagi begini?
Iqbaal mengangguk”Mungkin ini emang jahat tapi aku gak punya pilihan lain.”
Bella menunduk”Tapi kan kasihan Salsha Baal.”
“Tanpa aku begini, kejahatan juga pasti akan terungkap Bel, cepat atau lambat.”
Bella kembali mendapat kejutan saat melihat Iqbaal yang sudah ada di ruang tamunya. Iqbaal menceritakan semua alasannya meninggalkan Bella.
“Kamu mutusin aku, terus kamu jadian sama Salsha Cuma buat manfaatin Salsha biar semua terbongkar kalau sebenarnya papanya Salsha yang korupsi dan malah nuduh papa aku. Itu gak adil Baal buat Salsha dia kan gak salah apa-apa.”ujar Bella
“Aku tau, tapi ini satu-satunya cara buat bebasin papa kamu Bel.”
“Tapi aku gak suka cara kamu Baal, ngejebak Salsha, menjarain papanya, dan sekarang kamu tinggalin dia. Salsha pasti sedih banget Baal, aku juga pernah ngerasain apa yang Salsha rasain.”
“Aku cinta sama kamu Bel, aku bakal ngelakuin apapun biar kamu seneng dan ini salah satu cara aku buat nyenengin kamu yah walaupun awalnya aku memang udah nyakitin kamu.”
Bella tersenyum”Aku juga cinta Baal sama kamu, kamu gak tau kan betapa menderitanya aku tanpa kamu.”
“Maafin aku Bel, aku gak akan ninggalin kamu lagi.”
“Aku ragu Baal, aku gak mau sakit hati lagi karna kamu tinggalin.”
“Apa yang harus aku lakuin Bel biar kamu percaya kalau aku bener-bener cinta sama kamu, apa dengan ngebebasin papa kamu belum cukup juga?”
Bella menggenggam erat tangan Iqbaal lalu menatapnya dalam”Bukan maksud aku gak ngehargain usaha keras kamu buat ngebebasin papa aku, aku Cuma gak suka cara yang kamu pakai itu aja.”ujar Bella
“Terus intinya kamu mau gak nerima aku lagi?”
Bella menghela nafas sesaat sebelum berkata”Nanti malem kita ketemu di café favorit kita sewaktu masih pacaran dulu dan nanti aku bakal ngasih jawaban aku ke kamu.”
***
Gadis dengan dress ungu selututnya ini  menatap pemuda tampan yang tengah berdiri di atas panggung sambil memegang gitar kesayangannya. Di depannya sudah ada stand mic  yang siap digunakan untuk menyanyi. Bella tersenyum simpul, pria di depannya itu sangat senang membuat kejutan. Tiba-tiba minta putus, satu bulan menghilang dan tiba-tiba kembali datang ke kehidupannya. Dan kini tiba-tiba Iqbaal ada dipanggung dan mengatakan kalau ia akan menyanyikan sebuah lagu untuk Bella. Hmm Bella penasaran lagu apa yang akan Iqbaal nyanyikan untuknya. Petikan senar gitar Iqbaal mulai terdengar dan Iqbaal mulai menyanyikan sebuah lagu.
Hapuslah air matamu uh uh
Kini ku hanya datang untukmu
Memang hidup kadang susah
Bikin gelisah ah ah ah ah
Genggamlah tanganku
Aku akan selalu mendukungmu setiap waktu
Curahkan semua kesal, amarah, lelah sampai hilang semua beban hidupmu
Jangan hiraukan mereka yang benci
Menghina penuh iri dan melukai hati
Mungkin mereka ingin sepertimu tapi ternyata tak mampu
Lihatlah ke langit pelangi penuh warna
Yakinlah hujan ini kan reda
Kembali bernyanyi dudidudidadada
Hapuslah air mata kita kan bahagia
Pasti kita kembali tertawa
Aku dan kamu kita akan bersama
Bersama dalam tawa riang
Mungkin tak setiap hari
Ku slalu kan bisa menemani
Tapi tak perlu kau resah
Semua akan berakhir indah
Percaya padaku, aku akan selalu mengangkatmu kala kau jatuh
Hilangkan semua gundah resah sampai hilang semua beban itu
Lihatlah ke langit pelangi penuh warna
Yakin lah hujan ini kan reda
Kembali bernyanyi dudidudidada
Hilangkah resah
Hapuslah air mata kita kan bahagia
Pasti kita kembali bersama
Aku dan kamu kita akan bersama
Bersama dalam tawa ria
Gemuruh tepuk tangan menjadi akhir dari lagu Iqbaal. Iqbaal membungkukkan badannya lalu mengucapkan terima kasih lantas turun dari panggung dan menghampiri Bella.
“Suara kamu bagus.”puji Bella begitu Iqbaal duduk
Iqbaal tersenyum simpul lalu meletakkan gitarnya di kursi yang kosong. Ia kini beralih menatap Bella”Apa jawaban kamu?”Tanya Iqbaal tak sabaran
Bella menggeleng. Saat itu juga Iqbaal menunduk dan menghela nafas berat. Iqbaal tampak begitu kecewa.
“Gak mungkinlah aku nolak kamu.”ujar Bella tiba-tiba yang membuat wajah Iqbaal terangkat.
Iqbaal menatap Bella ragu”Serius? Kamu gak bercanda kan?”
Bella menggelang. Saking bahagianya iqbaal langsung berjingkrak-jingkrak dan memeluk Bella erat. Bella tersenyum senang, sekarang ia bisa merasakan hangatnya pelukan Iqbaal yang begitu tulus yang selama ini ia rindukan.
“Udah Baal malu nih di liatin.”ujar Bella yang merasa tak enak hati dengan pengunjung café itu yang kini menatap mereka
Iqbaal melepas pelukannya dan kembali duduk”Kayak lagu yang aku bawain tadi, kita bakal selalu bersama Bel, apapun yang terjadi.”
“Aku harap kamu nepatin janji kamu.”
“Pasti.”
Bella tersenyum lega, lagu Iqbaal tadi benar semua akan berakhir indah.

TAMAT

0 komentar:

Poskan Komentar