Hello..... Welcome to my blog :D I hope you enjoy here :) this blog specially for SoniQ, Always BD, Siwonest, Zaynster and Shivers :). Thank you for visiting and don’t forget to leave your comment guys :D Pilih Aku Atau Dia (Iqbaal Salsha Story) | Lollypop Love

Selasa, 10 Desember 2013

Pilih Aku Atau Dia (Iqbaal Salsha Story)

PILIH AKU ATAU DIA ????
Bastian tengah mendrible bola orange miliknya pagi itu. Suasana sekolah masih sangat sepi karna jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi. Bastian menghentikan aksinya sejenak, ia menyeka keringat didahinya. Bastian berjalan kepinggir lapangan, ia ingin istirahat sebentar karna ia sudah cukup lelah karna berlatih sekitar 1jam lebih. Bastian duduk dibangku semen dipinggir lapangan lalu menenguk air mineral yang dibawanya.
“Maaf, boleh gue numpang Tanya?”
Bastian menengok, sesosok gadis dengan tinggi semampai kini menatapnya. Gadis tersebut sangat cantik, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang dan sangat indah.
Bastian terdiam untuk beberapa saat, ia benar-benar terpana akan kecantikan gadis didepannya ini.
Gadis tadi menatap Bastian bingung”Hey kok bengong sih.”tegurnya
Bastian langsung tersadar, ia tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya”Iya ada apa ya?”
“Gue boleh tahu gak, ruang kepala sekolah dimana?”
“Lo anak baru?”
Gadis tadi mengangguk, ia mengulurkan tangannya sambil tersenyum”Gue Salsha.”
Bastian membalas uluran tangan Salsha”Gue Bastian, panggil aja beib.”jawab Bastian cengengesan
Salsha terkikik”Bisa aja lo.”
“Eh gue serius, gue gak bakal nengok kalo lo gak manggil gue beib.”
Bastien menunjukkan muka seriusnya membuat Salsha semakin geli melihat tingkah pemuda yang baru dikenalnya ini.
“Yaudah deh terserah lo, tapi anterin gue ke kapala ruang sekolah ya?”
“Gitu dong, kalo lo mau panggil gue beib jangankan minta anterin keruang kepala sekolah, keujung dunia ayo aja dah.”
*
Bukk
Kepala Salsha terkena lemparan bola basket saat ia berjalan dipinggir lapangan. Ia sedang berkeliling sekolah barunya dengan teman barunya, Bella. Salsha mengelus kepalanya yang berdenyut, ia menggerutu tak jelas.
“Siapa sih, gak liat apa ada orang lewat.”
“Sorry gue gak sengaja.”
Salsha menengok, seorang pemuda kini sudah ada disampingnya.
“Liat-liat dong kalau ngelempar.”marah Salsha
“Salah lo sendiri ngapain lewat pinggir lapangan, udah tau ada orang lagi main basket.”
Pemuda itu berlalu meninggalkan Salsha begitu saja, membuat Salsha semakin sebal padanya.
“Dia siapa sih Bel?”
“Dia Iqbaal, cowok paling ganteng disini. Dia ganteng banget kan?”
Salsha menatap Bella terkejut”Dia cowok paling ganteng disini? Pada buta kali ya cewek disini cowok nyebelin kaya dia dibilang ganteng.”
“Ih dibilangin juga, mata lo kali yang gangguan cowok segantang Iqbaal kok dibilang jelek.”
Salsha memutar bola matanya”Udah lah ya, males gue bahas cowok itu. Mending sekarang kita ke kantin, gue laper.”
*
Bastian terus saja senyum-senyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Salsha tadi pagi. Belum pernah Bastian merasa seperti ini. Ia rasa ia sudah jatuh cinta pada Salsha, jatuh cinta pada pandangan pertama. Iqbaal keluar dari dapur dengan nampan ditangannya, nampan berisi dua gelas minuman dan beberapa toples kue kering dan makanan ringan lainnya.
“Lo kenapa sih Bas? Kek orang gila gitu.”
Bastian menatap Iqbaal yang kini sudah duudk disampingnya, ia tersenyum lebar lalu berkata”Gue lagi jatuh cinta Baal.”
Iqbaal mengerutkan keningnya”Gue gak salah denger kan?”
“Lo tahu anak baru itu kan? Salsha, yang sekelas sama kita.”
“Jadi lo jatuh cinta sama dia?”
Bastian mengangguk cepat”Iya Baal, gue cocok kan sama dia?”
“Hm”jawab Iqbaal tanpa minat
Bastian menatap Iqbaal yang kini menyibukkan dirinya dengan gadgetnya”Jangan bilang lo juga naksir Salsha?”pekik Bastian histeris
Tentu saja ia tidak mau bersaing dengan Iqbaal yang notabenenya adalah sahabatnya. Apalagi kalau persahabatan mereka harus hancur hanya karna masalah cinta.
Iqbaal masih terdiam, tidak mungkin ia tidak mendengar omongan Bastian yang nyaring barusan. Apalagi mengingat jarak duduk mereka yang dekat. Oke, mungkin Iqbaal adalah tipikal orang yang sangat cuek, tapi tidak pernah ia cuek dengan Bastian sebelumnya. Dan itu membuat Bastian curiga, jangan-jangan memang benar Iqbaal suka dengan Salsha.
“Baal jawb dong, lo gak suka kan sama Salsha? Masa’ iya kita saningan ngerebutin cewek yang sama.”
“Gak, gue gak suka sama dia! Puas?”
Bastian menghela nafas lega, ia tersenyum lebar”Bagus deh.”
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Iqbaal masih asyik dengan gadgetnya membuat Bastian berdiri dan segera membukakan pintu.
“Salsha.”pekik Bastian begitu pintu terbuka
Tak kalah kagetnya dengan Bastian, Salsha juga melongo melihat Bastian”Oh jadi lo anaknya tante Rike ya Bas?”
“Bukan, Iqbaal yang anaknya tante Rike.”jawab Bastian”Lo nyari tante Rike?”
Salsha menggeleng”Enggak kok, gue kesini disuruh sama tante Rike. Gue bakal tinggal disini beberapa hari kedepan.”
“Serius? Lo bakal tinggal satu rumah sama Iqbaal?”
“Ya mau gak mau sih, mau gimana lagi mama sama papa gue harus tugas keluar kota sementara gue baru tinggal beberapa hari disini jadinya gue dititipin sama temen mama gue. Dan kebetulan temen mama gue itu tante Rike, kalo tahu Iqbaal itu anaknya tante Rike males banget gue harus tinggal disini.”cerocos Salsha
Bastian tersenyum”Yaudah tinggal dirumah gue aja.”
Salsha terdiam sejenak memikirkan tawaran Bastian”Kayaknya gak deh, gak enak sama tante Rike, lagian inikan perintah dari mama. Sorry ya Bas.”
Bastian Nampak kecewa, tapi mau bagaimana lagi inikan sudah pilihan Salsha”Yuadah masuk yuk.”
*
Iqbaal dan Salsha tengah makan malam berdua malam ini. Mama dan Papa Iqbaal tiba-tiba harus ke Surabaya karna ada nenek Iqbaal yang tinggal disana sakit. Dan Iqbaal tidak dijinkan ikut karna ditugaskan menjaga Salsha. Suasana benar-benar hening sekarang, tidak ada satupun dari Salsha ataupun Iqbaal yang ingin memecah keheningan yang terjadi diantara mereka.
Tiba-tiba Salsha terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya dan itu membuat Iqbaal sedikit panik.
“Lo kenapa Sal?”
Iqbaal mengulurkan minum untuk Salsha dan membantu  Salsha minum-sedikt demi sedikit. Setelah menghabisakn setengah gelas air putih Salsha tampak lebih baik, kini ia sedang mengatur nafasnya.
“Makasih ya Baal.”ucap Salsha
“Hm, makanya makan itu dikunyah dulu jangan langsung telen aja.”
*
“Sal buruan dong, udah siang nih.”
Iqbaal berteriak dari halaman depan rumah. Ia sudah siap dengan motor sportnya tapi Salsha sedari tadi belum menampakkan batang hidungnya. Iqbaal melihat jam tangan hitam yang melingkar di tangan kirinya, 10 menit lagi gerbang pasti sudah ditutup dan itu mmebuat Iqbaal sedikit panik mengingat jam pertama adalah mata pelajaran Bu Devi yang galaknya gak ketulungan itu.
Salsha nampak terburu-buru keluar dari rumah Iqbaal, ia berjalan sambil merapikan rambut dan seragamnya.
“Lelet amat sih, kalo kita dihukum gara-gara telat gimana?”marah iqbaal begitu Salsha tiba dihadapannya
Salsha manyun”Ya maaf kan gue cewek jadi lama dandannya.”
Iqbaal hanya mendumel-dumel sambil mengulurkan helm untuk Salsha”Yaudah cepet naik.”
*
Matahari mulai naik membuat Iqbaal dan Salsha yang tengah dihukum berdiri ditengah lapangan semakin kegerahan. Iqbaal menyeka kerigat didahinya dengan tangannya. Yang benar saja mereka harus berdiri sampai jam 10 pagi, benar-benar tidak punya hati guru bahasa jerman mereka itu. Iqbaal melirik Salsha yang sedari tadi hanya diam. Iqbaal menatap Salsha dengan seksama, karna ada yang berbeda dengan Salsha.
“Sal, lo gak papa? Muka lo pucet banget.”
Salsha hanya menggeleng lemah.
“Mending lo istirahat aja ya, biar gue yang gantiin hukuman lo. Lo belum sarapan kan? Mending lo sarapan gih ke kantin.”
“Gue gak papa kok Baal.”
“Lo yakin?”
Salsha mengangguk, Iqbaal mengalihkan pandangannya dari Salsha. Ia sama sekali tidak yakin kalau Salsha baik-baik saja. Dan jujur Iqbaal takut Salsha sampai sakit gara-gara dihukum. Dari awal ia bertemu Salsha dilapangan basket waktu itu, Iqbaal sudah tertarik dengan Salsha. Namun begitu tahu kalau Bastian ternayata juga menaruh hati pada Salsha membuat Iqbaal mundur dan selalu berusaha menutupi perasaannya pada Salsha dengan bersikap cuek pada Salsha.
Brukkk
Iqbaal kembali mengalihkan pandangannya ke Salsha. Mata Iqbaal membelalak melihat Salsha yang sudah tak sadarkan diri.
“Sal Salsha, bangun Sal.”
Iqbaal membopong tubuh Salsha dan langsung membawanya ke UKS.
*
Setelah Salsha sadar, Iqbaal langsung membawa Salsha pulang. Ia tidak mau Salsha semakin sakit karna suhu badan Salsha yang sangat tinggi. Iqbaal sudah memanggil dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa Salsha. Dan Salsha kini ssedang beristirahat. Iqbaal memasuki kamar Salsha, Salsha masih tertidur lelap karna efek obat yang diberi dokter tadi.
Iqbaal menyelimuti Salsha lalu duduk disisi ranjang. Iqbaal menatap wajah cantik Salsha yang terlihat sangat polos saat tidur. Muka Salsha masih sanagt pucat. Iqbaal menggenggam tangan Salsha erat sambil terus menatap salsha secara intens.
“Cepet sembuh ya Sal, gue gak mau lo sakit. Gue sayang sama lo.”
“Apa lo sayang sama Salsha.”
Ntah sejak kapan Bastian sudah ada diambang pintu menatap Iqbaal dengan tatapan tidak senang. Iqbaal buru-buru menghampiri Bastian, ia tidak mau Salsha terbangun karna ulahnya dengan Bastian. Iqbaal menyeret Bastian keruang tengah setelah menutup pintu kamar Salsha.
Bastian melepas tangannya yang dicengkram oleh Iqbaal”Penghianat lo Baal.”
“Bas gue bisa jelasin.”
“Jelasin apa hah? Jelas-jelas gue denger lo tadi ngomong sayang ke Salsha.”
“Bas gue…..”
“Mulai sekarang lo bukan sahabat gue lagi, dan mulai sekarang kita bersaing secara sehat buat dapetin Salsha.”
“Oke, kalo itu mau lo. Denger ya Bas dari dulu gue udah ngalah sama lo. Gue biarin lo deketin Salsha karna gue rasa persahabatan kita itu lebih penting. Gue udah ngalah sama lo selama ini dan kalo gitu mau lo, fine mulai sekarang kita saingan.”
*
Hari ini tim basket SMA 31 kan bertanding dengan SMA CEMPAKA. Iqbaal sudah bersiap dipinggir lapangan untuk pemanasan sementara tak juah darinya Bastian juga sedang melakukan pemansan. Iqbaal dan Bastian saling memberikan tatapan sinis. Mulai kemarin mereka sama-sama mengibarkan bendera perang. Salsha tampak berlari menghampiri Iqbaal ia membawa dua botol minuman isotonic ditangannya.
“Ini buat lo Baal.”Salsha mengulurkan minuman di tangan kanannya
Iqbaal tersenyum sumringah”Maksih ya Sal.”
“Gue kali yang harusnya bilang makasih, lo kan udah ngerawat gue semaleman sampe gak tidur padahal hari ini lo ada pertandingan basket.”
“Gak papa kok kan itu udah tugas gue buat jagain lo.”
“Semangat ya Baal lo harus buat SMA kita menang.”
“Pasti.”
Bastian terus menatap Iqbaal dan Salsha dengan tatapan cemburu. Sepertinya ia harus berusaha lebih keras karna sepertinya Salsha semakin dekat dengan Iqbaal. Kini Salsha berjalan menghampiri Bastian sama seperti iqbaal tadi, Salsha juga memberikan minuman untuk Bastian.
“Bas.”panggil Salsha
Bastain tidak menyahuti padahal Bastian jelas-jelas mendengar panggilan Salsha. Salsha menatap Bastian bingung bukannya yang biasanya cuek itu Iqbaal ya. Oh iya, Salsha teringat sesuatu.
“Beib.”
“Iya Bieb.”Bastian menyahuti dengan wajah sumringahnya ternyata Salsha mengerti juga kalau ia tidak akan mau menoleh kalu Salsha tidak memanggilnya ‘Beib’
Salsha mendengus”Huh dasar, ntar gue gak lagi ah manggil lo beib.”
“Yah kok gitu sih Beib.”
“Ya karna kita gak pacaran.”
Bastian mengedipakn sebelah matanya“Yaudah kalo gitu kita pacaran aja.”
“Gak ah.”
“Emang kenapa?”Tanya Bastian dengan muka kecewa
“Udah ah gak penting nih gue bawain minuman buat lo, pokoknya lo harus buat SMA kita menang ya karna gue denger-denger lo sama Iqbaal pemain andalan disini.”
“Gue lebih hebat dari Iqbaal kali Sal, pokoknya kalo SMA kita menang lo harus mau ngedate sama gue.”
Salsha manyun”Ih peraturan dari mana tuh.”
Bastian mengacak rambut Salsha sambil tersenyum”Pokoknya lo harus mau.”keukeuh Bastian
“Ih apaan sih Bas, berantakan nih.”dumel salsha
Bastian menyeringai lebar, ia mengecup pipi Salsha kilat lalu berlari ke lapangan”Doain gue menang ya Beib.”teriak Bastian, ia sengaja ingin mmembuat Iqbaal cemburu
Salsha hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Bastian. Iqbaal menatap Salsha yang kini berjalan ke arah tribun penonton. Iqbaal mengepalkan tangannya kuat-kuat”Gue gak akan kalah sama lo Bas.”
*
“Lo kenapa sih Baal pake berantem sama Bastian, diakan sahabat lo sendiri. Kenapa kalian harus berantem ditengah-tengah pertandingan sampe-sampe SMA kita kalah telak gara-gara kalian yang gak bisa kerja sama. Gue emang gak ngerti basket tapi setahu gue dimana-mana itu kita ngerebut bola dari lawan bukan temen setim kita sendiri.”
Iqbaal hanya diam sambil mengobati mukanya yang lebam akibat adegan tonjok-tonjokannya dengan Bastian tadi.
Salsha mendengus karna tidak dihiraukan“Baal kok lo diem aja sih, lo denger gue kan?”
“Gue berantem sama Bastian juga gara-gara lo kali Sal.”bentak Iqbaal yang kemudian berlalu ke kamarnya
Salsha menatap punggung Iqbaal dengan tatapan bingung”Gara-gara gue? Gue salah apaan coba?”
*
“Gue itu bingung banget deh Bel sama Iqbaal dan Bastian kenapa mereka bisa berantem gitu. Nih ya kan kemaren gue Tanya ke Iqbaal terus Iqbaal bilang kalo mereka berantem itu gara-gara gue. Aneh banget kan?”
Bella tersenyum simpul”Salsha Salsha, masa’ lo gak nyadar sih kalo mereka itu suka sama lo?”
“Emang iya ya? Iqbaal kan cuek banget sama gue, ya emang sih akhir-akhir ini dia baik sama gue tapi semenjak pertandingan kemaren dia cuek lagi sama gue jadi gue rasa gak mungkin deh. Terus Bastian bukannya begitu ya sama semua cewek, diakan playboy.”
“OMG Salsha, kalo lo tahu betapa paniknya Iqbaal waktu lo pingsan dan gimana tatapan matanya ke lo, itu udah jelas banget kalo dia suka sama lo. Terus emang sih Bastian itu playboy, pecicilan tapi akhir-akhir ini dia gak pernah godain cewek lain selain lo, udah jelas banget kan?”
Salsha terdiam”Gue jadi gak enak hati Bel, persahabatan mereka hancur gara-gara gue. Terus gue harus gimana dong?”
“Ya pilih aja salah satu dari mereka?”
“Lo yakin kalo gue pilih salah satu dari mereka, mereka bakal bisa baikan lagi?”
“Gak yakin-yakin amat sih tapi coba dulu aja.”Bella kini menatap Salsha penasaran”Emangnya lo mau pilih siapa sih?”
“Gue gak tau, gue bingung.”
Bella berpikir sejenak”Em sekarang coba deh lo tutup mata.”pinta Bella
“Buat apaan?”
“Udah turutin aja.”
Salsha menutup matanya dan menunggu perintah dari Bella selanjutnya.
“Sekarang lo bayangin muka Iqbaal dan Bastian, dan lo rasain saat ngebayangin wajah siapa yang bikin lo deg-degan.”
Salsha terdiam masih dengan mata tertutup. Ia meyakinkan hatinya sendiri. Setelah beberapa saat Salsha membuka mata.
“Iqbaal?”pekik Salsha tak percaya
*
“Lo harus pilih salah satu diantara kita Sal!”ujar Bastian keukueh
Saat ini mereka bertiga tengah berkumpul diruang tamu rumah Iqbaal. Salsha duduk diantara Iqbaal dan Bastian. Iqbaal sedari tadi menunduk sementara Bastian menatap Salsha intens.
Salsha terlihat gelisah sedari tadi ia menghela nafas berat berkali-kali. Ia takut kalau pilihannya ini malah membuat suasana semakin keruh. Barusan Bastian dan Iqbaal menyatakan perasaanya bersamaan dan kini Iqbaal dan Bastian sama-sama menunggu jawaban dari Salsha.
“Ngg gue….”Salsha tak mampu melanjutkan perkataannya
Salsha kini menunduk dalam dan tidak melanjtkan omongannya. Iqbaal dan Bastian kini tengah berdebar-debar menunggu jawaban dari Salsha.
Salsha mengangkat wajahnya, kini ia melihat ke sisi kanannya, iqbaal terlihat masih menunduk. Setelahnya Salsha menengok ke kiri, Bastian masih terus menatapnya penuh harap.
“Gue pilih Iqbaal.”
Iqbaal mendongak begitu namanya disebut. Matanya berbinar memancarkan kebahgiaan. Didetik berikutnya ia langsung mendekap Salsha erat, sangat erat.
“Makasih ya Sal udah milih aku, I love you.”bisik Iqbaal ditelingan Salsha
Salsha tersenyum”I love you too Baal.”
Bastian menunduk. Okey, rasanya memang sangat sakit tapi ia tetap harus menerima kenyataan. Lagipula Iqbaal itu sahabatnya dan ia harusnya bahagia melihat sahabatnya bersama orang yang dicintainya. Bastian menunduk, ia menghela nafasnya untuk menetralisir rasa sakit yang begitu menusuk hingga ulu hatinya.
Bastian mendongak begitu mendapati tangan Salsha yang kini ada dipundaknya, Salsha tersenyum”Kita masih temenan kan Bas?”
Bastian memaksakan dirinya untuk tersenyum”Pasti, tapi lo harus tetp manggil lo Beib”jawab Bastian lalu nyengir
Iqbaal melotot”Enak aja, dia cewek gue.”
Bastian manyun”Yaelah Baal kan Cuma panggilan, yang penting hati Salsha kan buat elo.”
“Oke tapi kita harus jadi sahabat lagi ya?”
Bastian tersenyum”Yaiyalah kita kan best friend forever.”

TAMAT

0 komentar:

Poskan Komentar