Hello..... Welcome to my blog :D I hope you enjoy here :) this blog specially for SoniQ, Always BD, Siwonest, Zaynster and Shivers :). Thank you for visiting and don’t forget to leave your comment guys :D Diam-Diam Suka (Iqbaal Bella Story) | Lollypop Love

Selasa, 10 Desember 2013

Diam-Diam Suka (Iqbaal Bella Story)

DIAM – DIAM SUKA
“Bellaaaaaaaa.”
Arghhhh teriakan nyaring itu nyaris membuatku jatuh dari tempat tidurku seketika. Aku mendengus kesal sambil mengucek mataku. Setelah memastikan nyawaku terkumpul aku turun dari tempat tidurku dan membuka pintu kamarku. Sesosok gadis cantik dengan rambut terurai panjang memasang muka tak berdosanya.
“Kebiasaan lo Sal teriak-teriak dirumah orang, gak tau orang masih ngantuk apa?”dumelku
Yap dia sahabatku Salshabila Ayudya Pratiwi atau yang biasa dipanggil Salsha.
“Bella jogging yuk.”pintanya memelas
“Ogah ah males.”
Salsha yang sedang mengikat rambutnya seketika manyun.
“Ayolah.”rengeknya sambil memajukan bibirnya
Huh, dikira aku gak tau apa, aku pasti nanti jadi obat nyamuk.
“Gak mau.”ujarku tegas”Dipikir enak apa jadi obat nyamuk, pacaran jangan ngajak-ngajak dong.”
Yah sebenarnya bukan karna itu aku tidak mau menemani Salsha jogging. Ada alasan lain yang tidak akan ada satu orangpun yang tahu tentang ini. Aku jamin tidak akan ada yang tau karna aku menutup rahasia ini rapat-rapat.
Salsha memasang muka melasnya”Please.”pintanya sambil menempelkan kedua telapak tangannya
Aku mendengus, huh tidak ada gunanya akhirnya juga pasti aku yang harus mengalah. Aku memasang muka malasku”Yayaya gue mandi dulu.”ujarku akhirnya
Salsha tersenyum manis”Thank you Zevilla Anabella Letisya.”
*
Aku meneguk botol air mineralku hingga tersisa setengah. Aku menunggu Salsha yang sedang ke toilet.  Aku sedikit tersentak saat ada seseorang yang tiba-tiba duduk disebelahku”Kebiasaan lo Sal demen banget ngagetin gu…”ucapanku terhenti begitu aku menyadari bahwa bukan Salsha yang ada disebelahku tapi…… Iqbaal Aditya Bintang Nugaha, pacarnya Salsha.”Sorry Baal gue kira tadi Salsha.”ujarku kemudian nyengir
Iqbaal  tersenyum tipis”Gak papa kok, kayak baru kenal aja lo Bel.”
Aku tersenyum kikuk, sial kenapa jantung aku kaya abis lari marathon gini sih?
“Kok lo kaya salah tingkah gitu sih?”Tanya Iqbaal yang sepertinya menyadari perubahan sikapku. Tuh kan bego banget sih aku, harus jawab apa coba ?
Iqbaal menyeringai”Lo naksir ya sama gue? kok salting gitu sih duduk sebelah gue?”
Jleb.
Aku terdiam saat itu juga, aku benar-benar tidak tau lagi harus jawab apa. Apa yang dikatakan Iqbaal itu benar, aku memang menyukainya tapi aku sadar kalau Iqbaal itu pacarnya Salsha, SAHABAT AKU SENDIRI!
Iqbaal tiba-tiba tertawa nyaring”Haha gue Cuma becanda kali Bel, jangan panik gitu muka lo”
“Sialan lo, ngerjain gue lo!”marahku
Iqbaal menunjukan jarinya yang berbentuk ‘V’ padaku”Peace Bel, gue kan Cuma becanda.”
“Ehem.”
Aku dan Iqbaal sontak menoleh kesumber suara. Tanpa kami sadari Salsha ternyata sedari tadi ada disamping kami.
“Bagus ya? mau main belakang nih.”ujarnya sambil melipat tangannya didada
“Eh enggak kok Sal, lo salah paham.”ujarku menjelaskan
“Gue gak nyangka ya Bel, lo tega banget sama gue.”
Duh Salsha salah paham kan, si Iqbaal juga diem aja ngomong kek.
“Jangan salah paham dong Sal, gue gak ngapa-ngapain kok sama Iqbaal.”
Salsha menatapku tajam seolah sama sekali tak percaya denganku. Aku harus ngomong apa lagi coba?
“Buahaahahaha.”tawa Salsha meledak tiba-tiba”Muka lo lucu banget Bel sumpah.”
Jangan bilang aku dikerjain lagi. Sial! ini anak dua kompak banget ngerjain aku. Huh, NYEBELIN!
“Haha akting kamu bagus Beib.”ujar Iqbaal lalu berhigh five dengan Salsha. Salsha duduk diantara aku dan Iqbaal.
Aku menatap Salsha kesal”Nyebelin banget lo Sal, gue gak mau ah nemenin lo jogging lagi.”ujarku ngambek
“Yah ngambek, maaf deh Bel.”
Aku membuang mukaku kearah lain”Tau ah gue bête sama kalian berdua seneng banget ngerjain gue.”ujarku lalu melangkah pergi.
Bisa kudengar Iqbaal dan Salsha yang memanggil-manggil namaku, namun tak kuhiraukan karna aku benar-benar kesal dengan mereka berdua. Bodo amat mending aku pulang terus ngelanjutin tidur lagi.
*
Aku tengah asyik membaca novel saat tiba-tiba Salsha menumpahkanbegitu banyak undangan ke atas bangkuku. Aku mendengus sebal, aku paling tidak suka diganggu saat membaca novel.
“Apaan sih Sal?”
Salsha tersenyum lebar”Hehe maaf deh, lo kaget ya?”
“Udah tau nanya.”balasku judes
Salsha buru-buru duduk disebelahku sementara aku menatap tumpukan undangan dengan berbagai warna didepanku. Undangan apa ya?
“Bantu gue milih undangan yang bagus donk Bel.”pintanya
“Buat apa?”
“Buat acara pertunangan gue sama Iqbaal.”
Jeder
Bagai tersambar petir disiang bolong aku terpaku ditempatku saat itu juga. Aku tidak salah dengar kan? Iqbaal dan Salsha akan TUNANGAN? lidahku kelu saat itu juga. Ntahlah aku tidak tau harus bicara apa lagi. Rasanya hatiku hancur berkeping-keping saat itu juga. Rupanya Iqbaal memang tercipta bukan untukku tapi untuk Salsha. Aku menghela nafas berkali-kali berusaha mencegah air mataku yang sudah akan tumpah.
“Kok lo kayak mau nangis gitu sih Bel?”Tanya Salsha yang sepertinya sedari tadi memeperhatikanku
Tuhan, aku harus menjawab apa?
“Ngg.”aku kebingungan mencari jawaban”Gue. . . itu ngg terharu gak nyangka sahabat gue udah mau tunangan.”
Aku tersenyum manis dan didetik berikutnya Salsha memelukku erat. Dengan ragu aku membalsnya.
“Gue seneng banget Bel. Kemarin gue main kerumah Iqbaal dan orang tua Iqbaal setuju sama hubungan kita dan langsung nyuruh kita tunangan. Gue bahagiaaaaa banget sekarang.”
“Selamat ya Sal.”
Salsha melepas pelukannya lantas berkata”Makasih ya Be.l”
“Lo yakin mau tunangan? Kan kita masih SMA.”
Salsha mengangguk mantap”Gue yakiiiin banget.”
Aku mengangguk saja dan kembali mencoba memaksakan diriku untuk tersenyum.
“Bantuin gue milih undangan yang bagus yah.”pinta Salsha
Hidup memang lucu, aku harus membantu menyiapkan pertunangan orang yang aku sukai dengan orang lain yang tak lain adalah sahabatku sendiri. Miris memang. Aku bahkan tak tau lagi bagaimana perasaanku sekarang.
Sedih karna kesempatanku untuk bisa bersama Iqbaal sudah tidak mungkin ada lagi. Senang karna sahabat terbaikku sejak kecil akhirnya bertunangan dan menyesal karna aku tidak mengungkapkan perasaanku dari dulu pada Iqbaal. Padahal aku yang terlebih dahulu mengenal dan menyukai Iqbaal tapi justru Salsha yang beruntung mendapatkan Iqbaal.
Tuhan, kuatkan aku!
*
Hari yang ditunggu-tunggu Salsha dan Iqbaalpun tiba. Hari ini pertunangan mereka digelar. Dihalaman belakang rumah Iqbaal. Mereka memang memilih tema garden party dan halaman belakan rumah Iqbaal yang luaspun terpilih. Malam itu Salsha begitu cantik dengan dress hitam panjangnya sementara Iqbaal tak kalah tampan dengan setelan jasnya. Aku menatap mereka dari jauh, kini Iqbaal tengah mengenalkan Salsha pada rekan-rekan bisnis papanya. Ah andai saja aku yang ada diposisi Salsha sekarang aku pasti akan menjadi wanita yang paling bahagia didunia. Aku menyesal?  Tentu saja! Kenapa aku harus mementingkan gengsiku daripada perasaanku? Seharusnya aku dulu mengatkan perasaanku pada Iqbaal. Tanpa peduli gengsi dan takut ditolak. Yah meskipun ditolak setidaknya aku sudah mengatakan apa yang aku rasa. Tapi jangan salah aku tidak pernah menyesal telah mencintai Iqbaal. Yah meskipun harus berakhir seperti ini.
Sebenarnya hari ini aku mau berpamitan pada mereka. Aku akan pindah ke Bandung untuk tinggal beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Aku memang pecundang karna lari dari masalah dan tidak berani meneriman kenyataan, yah itu benar. Bagaimanapun aku juga manusia biasa. Dan ini terlalu menyakitkan untukku. Aku perlu waktu untuk kembali menata hidupku dan aku akan kembali saat aku sudah bisa menerima semuanya.
Aku berjalan menghampiri Salsha dan Iqbaal, aku sampai lupa belum memberi ucapan selamat pada mereka.
“Hey.”sapaku
Salsha dan Iqbaal menoleh bersamaan. Mereka tersenyum hangat begitu melihatku.
“Kemana aja sih Bel, dari tadi kita cariin tau.”ujar Salsha
“Gue abis makan tadi, laper hehe.”bohongku
“Bel lo kan belom punya cowok nih, mau gue kenalin temen-temen gue gak?”tawar Iqbaal
Aku menggeleng”Gak ah, gue lagi males pacaran.”
Aku maunya kamu Baal yang jadi pacar aku, tapi itu gak mungkin.
“Betah banget sih Bel ngejomblo.”
Aku nyengir lebar”Selamat ya, semoga kalian langgeng sampe nikah.”ujarku mengalihkan pembicaraan
“Amin”sahut Iqbaal Salsha bersamaan
“Thanks ya Bel.”
Salsha memelukku”Pokoknya makasih banyak lo udah bantuin gue sama Iqbaal buat acara pertunangan kita. Lo emang the best deh.”
Aku tersenyum simpul membalas pelukan Salsha sejenak lalu melepaskaannya.
Oke, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk berpamitan, aku tidak mau merusak hari bahagia mereka.
Mulai sekarang aku memang harus belajar untuk jujur pada perasaanku. Hanya orang bodoh yang mau jatuh dilubang yang sama dan aku tidak mau kejadian ini terjadi lagi padaku nanti. Diam-diam mencintai orang itu sah-sah saja tapi alangkah baiknya jika kata mau mengungkapkannya sebelum semuanya terlambat.

TAMAT

0 komentar:

Poskan Komentar