Hello..... Welcome to my blog :D I hope you enjoy here :) this blog specially for SoniQ, Always BD, Siwonest, Zaynster and Shivers :). Thank you for visiting and don’t forget to leave your comment guys :D Engagement (Iqbaal Bella Story) | Lollypop Love

Selasa, 10 Desember 2013

Engagement (Iqbaal Bella Story)

ENGAGEMENT ?
“Bellaaa kamu mau ke mana?”
Suara pemuda berperawakan tinggi dan tegap itu teredam oleh hujan. Sementara gadis didepannya terus berjalan membelah derasnya hujan sore menjelang maghrib saat itu.
Langkah lebar pemuda ini akhirnya bisa mengggapai gadis dengan kuncir dua yang mulai berantakan karena hujan. Pemuda ini menarik paksa gadisnya ke teras toko yang sudah tutup untuk berteduh.
“Apaan sih kak, aku tuh mau pulang.”Gadis dengan seragam putih biru itu membuang mukanya tak mau menatap mata teduh pemuda didepannya.
“Kamu marah ya?”
“Menurut kak Iqbaal?”Tanya gadis ini balik
Pemuda dengan seragam putih abu-abunya ini menghela nafas sejenak“Oke, aku minta maaf.”
Bella masih tak mau menatap Iqbaal, ia lebih memilih menatap hujan yang semakin deras dengan suara Guntur yang lumayan keras“Enak banget ngomong maaf, padahal udah ngebuat aku nunggu 3 jam.”
Iqbaal kesal juga melihat Bella yang sama sekali tak mau menatapnya. Pemuda tampan ini memutar dagu gadisnya sehingga kini mereka bertatapan.
Bella sedikit mendongak mengingat tinggi Iqbaal yang jauh lebih tinggi darinya. Mata teduh milik Iqbaal benar-benar menenangkannya sekarang.
“Oke aku ngaku salah tapi aku tadi mendadak dapet tugas dari kepala sekolah. Jadi, mau gak mau aku harus ngerjain saat itu juga.”
“Iya aku tau kok, kakak kan ketua OSIS jadi kakak itu super sibuk. Iya kan?”Bella tersenyum sinis
“Iya aku salah seharusnya tadi aku nelpon kamu dulu. Tapi, HP aku lowbatt Yang.”
Bella menepis tangan Iqbaal yang memegangi dagunya”Mending kita putus aja deh, toh kak Iqbaal juga sibuk dan gak pernah punya waktu buat aku.”
Mata Iqbaal memebelalak”Apa?”tanyanya masih tak percaya dengan kata-kata yang keluar begitu saja dari bibir mungil Bella
“Iya PUTUS.”ulang gadis imut ini kembali namun dengan sedikit penekanan
Iqbaal kembali memegangi dagu Bella dan kali ini lebih keras”Oke kalo kamu mau putus, tapi aku mau kamu ngomong kalo kamu udah gak cinta lagi sama aku.”
Iqbaal menatap Bella tajam dan itu membuat Bella kembali memalingkan wajahnya.
“Tatap aku Bel, dan ngomong kalo kamu udah gak cinta lagi sama aku.”
Bella terpaku ditempatnya. Lidahnya tiba-tiba kelu. Sekuat tenaga ia mencoba berkata”A a aku.”
Hening sesaat. Bella tak mampu melanjutkan kata-katanya. Kini gadis itu menunduk memandangi flat shoes miliknya yang kotor karna hujan.
Greb
Tanpa aba-aba Iqbaal memeluk gadis itu erat membiarkan gadis itu bersandar di dada bidang dan perut sispack miliknya.
Wajah Bella yang tepat didepan dada Iqbaal membuat gadis ini bisa mendengar detak jantung kekasihnya ini.
“Jangan pernah ngomong putus lagi ya Sayang.”ujar Iqbaal memohon sambil mengecup puncak kepala Bella
Bella mengangkat wajahnya agar bisa melihat wajah Iqbaal”Tapi kamu harus janji mau ngeluangin waktu dikit aja buat aku, aku Cuma pengen diperhatiin kak.”
Iqbaal mengangguk yakin”Aku janji, dan kalo aku sampe ngelanggar kamu boleh hukum aku semau kamu.”
Iqbaal mencubit hidung mungil milik Bella, membuat Bella meringis kesakitan.
Bella menggembungkan pipinya”Sakit tau kak, mentang-mentang mancung nih.”
Iqbaal menyeringai memamerkan deretan gigi putihnya”Abis idung kamu lucu sih.”
*
“Yang ini bagus gak Beib?”
Gadis bertubuh jenjang dan langsing itu menunjukkan sebuah cin-cin emas putih dengan hiasan berlian yang begitu cantik kepada calon tunangannya.
Pemuda tampan yang berdiri dibelakang gadis itu mengangguk malas”Hm.”jawabnya singkat
Gadis dengan dress pink selutut itu kembali asyik memilih cincin yang terpajang di etalase toko perhiasan yang mereka kunjungi. Pemuda tinggi dengan beberapa tas belanjaan ditangannya itu menghela nafas berat. Ini sama sekali bukan keinginannya.
Rambut panjang gadis ini bergerak begitu sang pemilik tiba-tiba kembali menoleh ke belakang”Kalo yang ini gimana Baal?”tanya gadis itu lagi sambil memamerkan cincin ditangannya
“Terserah kamu aja Sal.”jawab Iqbaal masih dengan tampang tanpa minatnya
“Yaudah deh yang ini aja.”putus gadis itu
“Mbak saya mau yang ini.”
Gadis ini mengulurkan cincin pertunangannya pada pegawai toko didepannya
“Oke, atas nama?”
“Iqbaal dan Salsha.”
Pegawai toko ini mengangguk dan mulai mencatat di buku pesanan.
“Kak Iqbaal?”suara seorang gadis berperawakan mungil ini membuat Iqbaal dan Salsha menoleh
Mata Iqbaal membelalak begitu mengetahui gadis yang sudah tak asing lagi buatnya kini menatapnya penuh tanda Tanya. Iqbaal membatu ditempatnya, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.
“Dia siapa?”gadis ini menunjuk Salsha
Salsha tersenyum manis”Aku Salsha calon tunangannya Iqbaal, nih kita lagi beli cincin.”ucap Salsha bangga
Gadis dengan kaos ungu dan rok selututnya ini menatap Iqbaal seolah minta penjelasan. Namun Iqbaal hanya menunduk tanpa berkata apapun. Gadis yang tak lain adalah Bella itu mulai berkaca-kaca. Ia tidak  bisa mempercayai apa yang barusan didengarnya. Gadis cantik ini calon tunangan Iqbaal? Oh God Bella benar-benar berharap ini hanya mimpi dan ia bisa buru-buru bangun dari mimpi buruk ini.
“Kamu siapa?”Tanya Salsha pada Bella
Bella tersenyum getir”Aku Bella, temennya kak Iqbaal.”
Bella mencoba tersenyum sekuat tenaga dan menahan mati-matian agara air matanya tak tumpah sekarang.
Salsha mengangguk tanpa mengerti”Dateng ya minggu depan  kita mau tunangan.”
Bella mengangguk”Pasti, kalian pasangan yang cocok.”
Salsha tersenyum sumringah”Ah kamu bisa aja.”katanya malu-malu
“Semoga kalian bahagia ya, aku harus pergi dulu ada urusan.”
“Oke, hati-hati ya. Satu lagi jangan lupa dateng.”
Bella mengangguk saja, sebelum pergi Bella menyempatkan diri untuk menatap Iqbaal sebentar. Sama seperti tadi Iqbaal hanya diam padahal Bella ingin mendengar penjelasan Iqbaal. Bella ingin mendengar langsung dari mulut Iqbaal kalau semua ini hanya lelucon. Namun sepertinya Bella memang harus menerima kenyataan kalau ini bukan mimpi.
“Aku kecewa sama kakak”lirih Bella dengan air mata yang terurai dipipinya
Ia berjalan dengan sangat cepat, ia tidak mau menangis ditempat umum seperti ini. Bella terus berjalan keluar dari mall, ntahlah yang ia tahu hanya hatinya benar-benar hancur berkeping-keping sekarang. Ia bahkan tidak peduli kemana kakinya akan membawanya.
*
Gadis dengan seragam putih birunya ini menatap langit senja yang begitu indah sore itu. Angin berhembus lembut membuat dedaunan disekitarnya bergoyang. Sebentar lagi hari akan gelap tapi gadis ini sama sekali tidak berniat untuk beranjak dari danau ini. Wajah  putih gadis ini memerah karna terus-terus menangis sementara rok birunya kusut karna sedari tadi ia remas untuk mengungkapkan rasa sakitnya. Gadis ini meraih batu yang lumayan besar yang ada disampingnya. Ia bersiap melempar batu itu ke danau didepannya.
Pluk.
Batu yang jatuh tersebuat membuat air danau yang tadinya tenang kini bergelombang.
”Argghhh aku benci kamu.”
Teriakan nyaring gadis ini terdengar jelas karna danau ini benar-benar sepi hanya ada dia dan satu orang yang sedari tadi memeperhatikannya dari jauh. Pemuda dengan seragam putih abu-abu yang sedari tadi bersembunyi dari balik pohon ini berjalan pelan menghampiri gadis tadi.
“Maaf.”
Gadis ini sontak menoleh begitu mendengar suara berat dibelakangnya. Gadis ini tersenyum sinis.
“Gak ada yang perlu di maaafin.”
Suara dingin gadis itu benar-benar menyakiti pemuda ini. Pemuda ini ikut duduk diatas rerumputan tepat disamping gadis tadi.
“Aku tau aku salah Bel, kamu boleh benci aku seumur hidup kamu. Tapi dengerin penjelasan aku dulu.”
Pemuda ini berucap dengan muka memohon berharap gadis disampingnya ini mau sedikit saja mendengar penjelasannya.
“Gak ada yang perlu dijelasin kak, semuanya udah jelas kok. Beberapa hari yang lalu kakak gak bisa dihubungin, aku kira kakak lagi sibuk sama tugas OSIS eh ternyata aku salah kakak lagi sibuk ngurusin PERTUNANANGAN kakak.”
Bella berucap dengan penekanan pada kata’PERTUNANGAN’ dan itu menyakiti hati Iqbaal.
Iqbaal menunduk, ia menghela nafas beratnya berkali-kali. Selama ini ia selalu bermimpi akan bertunangan dan menikah dengan Bella. Namun kenyataannya berbeda, ia justru harus mau dijodohkan dengan Salsha. Bukan hanya Bella yang sakita hati tapi Iqbaal juga. Bahkan Iqbaal jauh lebih sakit karna harus menyakit gadis yang paling berarti dihidupnya. Iqbaal merasa seperti penjahat paling kejam karna harus mencampakkan Bella begitu saja.
“Ini bukan keinginan aku Bel, kamu harus ngerti!”
“Oh ya?”Tanya Bella dengan nada sinis”Siapa sih yang nolak tunangan sama cewek secantik kak Salsha ? kayaknya gak ada deh.”
“Bel dengerin aku dulu.”
“Udah lah kak gak ada yang perlu dijelasin lagi. Semuanya itu udah jelas. Aku Cuma minta sama kakak buat gak ganggu kehidupan aku lagi, aku udah cukup sakit kak dikhianatin  kaya gini. Kakak gak bisa bayangin kan gimana sakitnya jadi aku? Sakit kak SAKIT!”
Mata teduh Iqbaal menatap mata indah milik Bella dalam”Tapi aku cinta sama kamu Bel.”
Bella tertawa hambar”Cinta? oh jadi kalo kita cinta sama seseorang itu kita harus ninggalin dia dan diem-diem mau tunangan sama orang lain gitu? IYA?”
“Bel plese, dengerin aku dulu.”
“Udahlah kak, seharusnya dari awal aku tau pacaran sama cowok sesempurna kakak itu ujung-ujungnya Cuma bikin sakit hati. Makasih ya kak udah ngajarin aku betapa sakitnya yang namanya cinta itu. makasih juga udah bohongin aku dengan janji-janji manis kakak itu.”
Bella bangkit dari duduknya”Dan semoga kakak bahagia sama kak Salsha.”
*
Bella menatap pantulan dirinya sendiri dicermin. Didetik berikutnya ia menyematkan pita pink di rambutnya yang sudah ia tata sedemikian rupa. Rambut yang biasanya lurus kini ia buat bergelombang khusus untuk malam ini. Bella merapikan dress biru muda dengan aksen pink yang ia kenakan malam ini. Malam ini Bella akan datang ke acara pertunangan Iqbaal. Bella sendiri bingung dibilang MANTAN tidak pernah ada kata putus diantara mereka. Dibilang MASIH PACARAN juga tidak mungkin mengingat Iqbaal yang akan bertunangan dengan gadis lain.
Bella kembali memastikan penampilannya sebelum berangkat. Ia hanya memakai make up tipis mengingat umurnya yang masih 14 tahun.
“Kamu harus kuat Bel, kamu gak boleh nangis lagi. Kamu harus nunjukin ke kak Iqbaal kamu bisa tanpa dia.”
*
Bella memilih duduk menyendiri dari semua tamu. Ia tidak mengenal siapapun disini. Tentu saja yang datang hanya anak-anak SMA teman dari Iqbaal dan Salsha dan beberapa kerabat dekat dari mereka. Acara belum dimulai karna para tamu belum sepenuhnya datang.  Sebentar lagi Bella akan kehilangan Iqbaal sepenuhnya, Iqbaal akan resmi jadi milik Salsha.
“Hey.”
Bella mendongak, pemuda berambut keriting kini berdiri dihadapannya sambil tersenyum. Ditangannya ia membawa 2 gelas minuman.
Bella mengerutkan dahinya, sepertinya ia tidak pernah mengenal pemuda ini sebelumnya.
“Boleh gue duduk disini?”
Bella mengangguk. Pemuda itu kini sudah duduk disampingnya.
“Gue Bastian, ini gue bawain minum buat lo.”
Dengan ragu Bella meraih minuman yang disodorkan pemuda tadi. Bella tersenyum simpul”Makasih.”
“Nama lo siapa?”Tanya Bastian
“Aku Bella.”
“Kok gue gak pernah liat lo ya disekolah?”Tanya Bastian dengan alis ditautkan
“Aku masih SMP kok kak. Aku temennya kak Iqbaal.”
Bastian mangut-mangut”Oh anak SMP mana?”
“SMP PRATIWI.”
“Berarti lo kenal dong sama mantannya Iqbaal yang sekolah disitu?”
Bella terdiam, setelah beberapa saat diam ia menjawab”Iya aku temen mantannya kak Iqbaal.”
“Udah punya pacar belum?”Tanya Bastian sambil tersenyum”Kalau belum jadi pacar gue ya?”
Bella menganga, bagaimana mungkin pemuda ini bisa berkata begitu mengingat mereka baru saja berkenalan beberapa menit yang lalu. Lagipula Bella masih sangat mencintai Iqbaal dan ia tidak mau pacaran dulu sekarang.
Bastian cengengesan”Kecepetan ya gue nembaknya?”
Bella diam saja, jujur ia tak habis fikir dengan pemuda yang baru dikenalnya beberapa menit yang lalu ini.
“Sorry deh, abis gue malu sama teme-temen gue mereka kesini bawa pasangan nah gue kagak.”
“Maaf kak tapi aku gak bisa.”
Bella bangkit dari duduknya ia ingin jauh-jauh dari pemuda satu ini. Lagipula acara pertunangannya sudah akan dimulai.
Bastian buru-buru memegang tangan Bella, menghalangi gadis itu untuk pergi”Lo marah ya?”
“Gak kok.”
Bastian kini sudah berdiri disamping Bella. Ia masih menggenggam erat lengan Bella”Yaudah kalo lo gak mau jadi pacar gue tapi kita masih bisa jadi temen kan?”
Bella mengangguk
“Tapi jangan salahin gue kalo nanti lo naksir bahkan tergila-gila sama gue.”
Bella mencibir”Dih PD banget.”
Bastian tertawa renyah”Haha masuk yuk, acaranya mau dimulai.”
TAMAT




0 komentar:

Poskan Komentar