Hello..... Welcome to my blog :D I hope you enjoy here :) this blog specially for SoniQ, Always BD, Siwonest, Zaynster and Shivers :). Thank you for visiting and don’t forget to leave your comment guys :D Pacarku Superstar (Iqbaal Steffi Story) | Lollypop Love

Selasa, 10 Desember 2013

Pacarku Superstar (Iqbaal Steffi Story)

PACARKU SUPERSTAR
“KYAAAAAA IQBAAAAAAAAAL I LOVE YOU.”
Teriakan nyaring dari gadis berambut ikal itu menyeruak begitu Iqbaal  Rizaldi Kelana selesai tampil. Dan kemudian teriakan histeris dari gadis-gadis lain ikut menggema diruangan ini. Ini adalah konser tunggal Iqbaal untuk yang kesekian kalinya. Siapa yang tak kenal Iqbaal, penyanyi solo nomor satu yang terkenal dengan suara lembutnya. Selain penyanyi Iqbaal juga seorang aktor, sudah banyak sinetron dan film yang ia bintangi. Iqbaal menunduk sebagai ucapan terima kasih kepada para fansnya yang telah setia selama ini. Riuh tepuk tangan mengiringi Iqbaal yang meninggalkan panggung. Sesampainya di backstage Iqbaal menghampiri seorang gadis cantik yang sedari tadi menunggunya.
“Penampailan kamu luar biasa.”puji gadis dengan dress putih selututnya begitu Iqbaal sampai dihadapannya
Iqbaal mengulum senyum termanisnya”Makasih pelangiku.”
Iqbaal baru saja akan memeluk Steffi tapi saat itu juga Steffi menghindar. Iqbaal menatap Steffi sedih.
“Jangan disini, banyak orang kamu mau hubungan kita ketauan?”
Iqbaal memajukan bibir indahnya”Yaaah kamu mah gitu.”
*
Steffi menatap horror majalah dan Koran didepannya. Nafasnya tercekat, ia tidak bisa  membayangkan bagaimana nasibnya setelah ini. Seluruh Koran, majalah dan tabloid hari ini memberitakan hubungannya dengan Iqbaal yang mati-matian mereka sembunyikan sejak 2 bulan yang lalu. Steffi sudah membayangkan bagaimana reaksi fans-fans fanatik Iqbaal yang sadis-sadis itu. Membayangkan bahwa ia akan dibully habis-habisan terus menari-menari diotaknya. Steffi masih ingat betul apa yang terjadi pada 3 matan pacar Iqbaal sebelumnya. Celine yang bunuh diri karna tidak tahan dengan bullyan dan caci maki para fans Iqbaal. Tasya yang kini mengalami gangguan jiwa dan harus dirawat rumah sakit jiwa. Dan Chinta yang harus meninggalkan Indonesia selamanya jika tidak mau diteror terus-terusan oleh fans Iqbaal. Fans-fans Iqbaal adalah fans-fans yang sangat nekat, mereka bahkan sama sekali tidak takut masuk penjara karna tidakan kriminal yang mereka lakukan pada siapapun gadis yang dekat dengan Iqbaal.
Steffi sendiri bingung bagaimana para wartawan itu bisa mendapat fotonya bersama Iqbaal yang tengah berpelukan dan bergandengan tangan itu. Ponsel Steffi berdering, terdapat tulisan ‘Matahariku Calling’ di layar ponsel miliknya. Steffi buru-buru menekan tombol hijau lalu mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya.
“Kamu tenang ya, jangan takut.”
Suara lembut Iqbaal langsung terdengar begitu telepon diangkat.
“Tapi, kamu tahu kan gimana kelakuan fans kamu.”
“Iya, aku bakal ngomong sama mereka biar mereka ngerti.”
“Kayaknya percuma deh Baal, kamu masih inget kan gimana nasib mantan-mantan kamu sebelumnya?”
“Aku gak akan ngebiarin nasib kamu kayak mereka Stef. Aku cinta mati ke kamu dan aku bakal neglakuin apapun buat neglindungin kamu.”
*
Steffi sedang memeilih baju di butik langganannya. Setiapa bulan Steffi selalu menyempatkan diri untuk mampir kesini . Steffi bisa mendengar suara bisik-bisik dibelakangnya dan itu membuat Steffi menoleh. Segerombolan anak berseragam putih abu-abu(sama seperti dirinya) kini tengah menatpnya tajam. Salah satu dari mereka maju dan mendekati Steffi.
Gadis dengn rambut sebahunya itu kini menunjuk Steffi dengan telunjuknya.
“Lo pacarnya Iqbaal kan?”tanyanya dengan nada tidak suka
Steffi diam”Pasti dia salah satu fans Iqbaal.”batin Steffi
Gadis itu mengamati Steffi dari ujung kaki sampai ujung rambut. Gadis itu kini mentap Steffi remeh”Kok bisaya cewek kaya lo jadi pacaranya Iqbaal, pake pelet lo!”
Steffi hanya diam, ia tahu kalau ia melawan akan semakin memperburuk keadaan. Lagipula bisa-bisa Steffi  dikeroyok kalau berani melawan.
“Gue kasih tau ya, lo itu gak pantes sama Iqbaal. Cantikan juga nenek gue daripada elo.”
Teman-teman gadis ini tertawa keras begitu mendengar hinaan teman mereka yang ditujukan untuk Steffi.
Gadis dengan rambut yang dikuncir kuda angkat biacara“Tau tuh Key, muka kaya gitu kok PD banget jadi pacar Iqbaal, paling juga pake pelet.”
Plak
Tiba-tiba saja gadis didepan Steffi itu menampar Steffi keras hingga membuat Steffi jatuh. Darah segar keluar dari sudut bibir mungil Steffi.
Teman-teman gadis yang menampar Steffi tadi kini ikut maju dan kini mereka mengerubungi Steffi seolah Steffi adalah mangsa yang harus mereka habisi.
Byurrr
Salah satu dari mereka menumpahkan minuman yang dibawanay ke Steffi membuat rambut dan seragam sekolah Steffi basah.
Dan Steffi hanya bisa pasrah saat ia merasakan tendangan-tendangan dikaki dan perutnya. Bagaimana mungkin ia bisa melawan 8 orang sekaligus yang sepertinya sangat membencinya. Tendangan, pukulan, bahkan tamparan bertubi-tubi melayang disekujur tubuh Steffi. Steffi bisa merasakan kalau kesadarannya sebentar lagi hilang. Dan disaat ia yang sudah setengah sadar itulah satpam datang dan menyelamatkannya.
*
Steffi masih belum sadarkan diri. Setelah kejadian pengeroyokan tadi Steffi langsung dilarikan ke rumah sakit dan sampai sekarang belum juga siuman. Tampak Bunda Steffi yang sedari tadi cemas putri semata wayangnya masih tak kunjung membuka matanya.
Tak berapa lama pintu terbuka. Iqbaal datang dengan membuka sekeranjang buah dan sebuket bunga mawar putih, bunga favorit Steffi. Hati Iqbaal serasa teriris melihat gadis yang begitu dicintainya kini terbaring tak berdaya dengan luka lebam diseluruh tubuh dan selang infus yang menempel.
“Tante.”panggil Iqbaal lirih namun masih terdengar oleh bunda Steffi karna suasana yang hening
Bunda Steffi menoleh, ia buru-buru mengusap air matanya begitu melihat Iqbaal. Bunda Steffi bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Iqbaal.
“Maafin saya tante, saya tau ini semua salah saya.”
“Puas kamu lihat Steffi sekarang begini. Dari awal tante udah bilang, jangan pernah dekati Steffi!”
“Tapi tante, saya janji kejadian gak akan terulang lagi. Kasih saya kesempatan lagi tante buat ngelindungin Steffi.”
Bunda Steffi menggeleng”Gak Baal, gak ada kesempatan kedua buat kamu. Ini terakhir kali kamu ketemu Steffi setelah ini tante ngelarang kamu nemuin Steffi.”
“Tapi tante…”
“Tante kasih waktu kamu waktu 20 menit setelah itu kamu harus pergi.”potong Bunda Steffi cepat lantas pergi meninggalkan Iqbaal begitu saja
Iqbaal menghela nafasnya sejenak lalu melangkah mendekati ranjang Steffi. Iqbaal meletakkan buah dan bunganya di meja lalu duduk. Iqbaal meraih tangan Steffi lalu menggenggamnya erat.
“Maafin aku Stef, ini semua salah aku. Gara-gara pacaran sama aku kamu jadi kaya gini. Bunda kamu pantes ngebenci aku, kamu juga boleh kok benci sama aku”
Iqbaal mengelus pipi Steffi yang membiru karna tamparan. Rasanya ia bisa merasakan betapa sakitnya jadi Steffi sekarang. Iqbaal bersumpah akan memenjarakan siapapun yang telah melukai Steffi tak peduli itu fansnya sendiri. Ini sudah sangat keterlaluan dan tidak manusiawi. Iqbaal sendiri tidak mengerti apa yang ada dipikiran para fansnya hingga mereka bertindak anarkis seperti ini.
Mata Steffi terbuka perlahan. Ia tampak mengernyit begitu merasakan silau karna cahaya terang yang masuk kematanya. Setelah menyesuaikan matanya dengan cahaya ruangan, Steffi melirik kesampingnya. Iqbaal kini tengah menatapnya dalam.
Iqbaal tersenyum”Kamu udah sadar? Apanya yang sakit? Aku panggilin dokter ya?”Tanya Iqbaal bertubi-tubi
Steffi menggeleng sambil tersenyum, matnya mengisyaratkan kalau ia baik-baik saja.
“Maafin aku ya, gara-gara aku kamu kaya gini.”
“A-ku gak ma-rah kok.”ucap Steffi terbata
Steffi harus menahan sakit saat berbicara karna pipi dan bibirnya yang bengkak karna ditampar berkali-kali.
Setetes air mata Iqbaal jatuh begitu saja saat melihat Steffi yang bahkan hanya untuk berbicara saja tampak sangat kesakitan. Steffi mengulurkan tangannya mengusap air mata Iqbaal.
“Jan-gan na-ngis a-ku gak pa-pa kok.”
Iqbaal menggengam tangan Steffi yang barusan mengusap air matanya.
“Aku gak berguna Stef jadi cowok, seharusnya aku ngelindungin kamu eh malah sebaliknya.”
Pintu kamar Steffi terbuka, tampak bunda Steffi yang masuk dan berjalan mendekat ke Iqbaal dan Steffi.
“Waktu kamu sudah habis Baal, kamu harus pergi sekarang.”ujar bunda Steffi tegas
Iqbaal menunduk, kenapa 20 menit terasa sangat cepat jika bersama dengan Steffi?
Iqbaal mengangguk tanda mengerti lalu kembali menatap Steffi”Aku pergi dulu ya, semoga kamu cepet sembuh.”
Iqbaal mencium kening Steffi beberapa saat sebelum akhirnya beranjak pergi. Steffi memegangi tangan Iqbaal sambil terus menggeleng. Matanya berkaca-kaca menahan tangis.
“Jan-gan per-gi.”
Akhirnya tangis Steffi pecah juga melihat Iqbaal yang harus pergi. Padahal ia sangat membutuhkan Iqbaal sekarang. Iqbaal melepaskan genggaman tangan Steffi perlahan.
“Maaf tapi aku harus pergi, ini demi kebaikan kamu.”
Steffi menatap nanar punggung Iqbaal yang semakin menjauh. Air matanya semakin deras mengalir.
“Iqbaaaaaaaal.”teriak Steffi sekuat tenaga. Tak peduli betapa sakit yang ia rasakan karna harus berteriak. Yang ia tahu hatinya lebih sakit sekarang, sangat sakit.
“Jangan pergi.”lirih Steffi begitu pintu tertutup, Iqbaal telah pergi !
*
Iqbaal mengendurkan dasi yang dikenakannya. Ia baru saja pulang sekolah. Mukanya terlihat kusut siang itu. sebenarnya bukan hanya siang ini. Tapi beginilah wajah Iqbaal tiap hari setelah kejadian seminggu yang lalu. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa, ia menghela nafas beratnya.
“Kamu apa kabar Stef? Aku kangen kamu.”
Iabaal terdiam untuk beberapa saat sampai suara handphone miliknya membuyarkan lamunannya. Dahi Iqbaal berkerut.
“Bella? Ngapain dia nelpon gue?”Tanya Iqbaal heran
Bella adalah sahabat baik Steffi. Akhir-akhir ini Iqbaal selalu menanyakan kabar Steffi ke Bella tanpa sepengetahuan Steffi dan Bundanya tentunya.
“Ada apa Bel?”Tanya Iqbaal begitu telepon terhubung
“Steffi Baal Steffi.”ujar Bella panik
“Steffi kenapa?”Tanya Iqbaal mulai panik
“Dia diculik.”
Iqbaal terbelalak”Lo gak bercanda kan Bel?”
“Gak lah, ngapain coba gue bercandain masalah kaya gini.”
Iqbaal mematikan sambungan teleponnya secara sepihak lalu memasukkan ke kantung celana. Ia berlari keluar rumah dan segera beranjak dengan motor sport miliknya.
*
“Kalo lo mau Steffi selamat,lo harus jauhin Steffi selamanya.”
“Gue udah putus ya sama dia, gue udah turutin kemauan fans gue. Tapi kenapa lo malah nyulik Steffi?”
Gadis bertubuh jenjang itu tersenyum sinis, ia berjalan santai mendekati Iqbaal. Beberapa menit yang lalu Iqbaal mendapat sms untuk segera ke taman jika ingin Steffi selamat. Iqbaal yang tengah kebingungan mencari Steffi bersama Bella saat itu langsung bergegas ketaman tanpa Bella karna sesuai dengan permintaan si pengirim sms itu.
Gadis cantik itu kini memegang pundak Iqbaal”Gue fans berat lo Baal, gue cinta mati sama lo! Tapi kenapa lo malah jadian sama cewek jelek itu sih?”
Iqbaal menepis tangan gadis itu”Kalo lo cinta sama gue seharusnya lo ngebiarin gue bahagia dengan cewek yang gue suka.”
Gadis yang memiliki wajah ke bule-bulean itu tertawa”Apa yang gue pengen harus jadi milik gue, termasuk elo, ngerti?”
“Cewek secantik lo pasti bisa dapat yang lebih dari gue, Cassie.”
“Gue maunya lo Iqbaal.”Cassie melipat tangannya didada”Sekarang terserah lo milih jadian sama gue atau Steffi mati.”
“Lo gila ya, gue bakal laporin lo ke polisi. Dasar cewek freak!”
“Gue gak takut Iqbaal. Bokap gue bisa nyogok para polisi itu dengan uang. Lo harus tahu kalo gue anak dari pengusaha terkaya nomor 3 di Indonesia.”
Iqbaal terdiam, ia mulai terpojokkan sekarang. Cassie jauh lebih kaya darinya. Iqbaal juga anak orang kaya hanya saja kekayaan orang tuanya ditambah kekayaan yang didapatnya dari menjadi artis masih belum cukup untuk menyaingi kekayaan Cassie.
“Gimana? Gue gak bisa ngasih waktu lo lebih lama lagi!”
Iqbaal menunduk ia menghela nafasnya berkali-kali lalu mendongak”Oke, gue mau jadi pacar lo.”
Cassie tersenyum penuh kemenangan”Oke pilihan yang bagus, gue bakal nyuruh anak buah gue buat negelepasin Steffi.”
“Kalo sampe Steffi lecet sedikit aja, gue gak bakal maafin lo.”
“Tenang aja honey, Steffi gak bakal kenapa napa kok.”
*
Hari ini untuk pertama kalinya iqbaal mengenalkan pacaranya kedepan publik. Tentu saja Cassie yang memaksanya untuk melakukan ini. Biasanya Iqbaal akan mati-matian menyembunyikan hubungan spesialnya bersama dengan seorang gadis karna takut terjadi hal-hal buruk pada pacaranya. Tapi sekarang Iqbaal merasa biasa saja karna selain tidak mencintai Cassie, siapa sih yang berani berurusan dengan Cassie dan keluarganya?
Iqbaal menjauhkan diri dari Cassie yang sedari tadi bersandar dipundaknya. Ia sudah benear-benar tidak tahan. Sudah sejam lebih Cassie seperti itu selama mereka diwawanacarai.
“Udah deh Cas, wartawannya juga udah gak ada.”tutur Iqbaal kesal
Cassie manyun”Emang kenapa sih Baal, kitakan pacaran. Masa’ aku gak boleh nyender dibahu pacar aku sih?”
“Tapi lo itu berlebihan, gak pantes anak SMA kaya kita ngumbar kemesraan didepan umum.”
“Udah deh turutin aja kemauan aku.”
Iqbaal mendengus, kini ia lebih memeilih diam dan membiarkan Cassie kembali bersandar di bahunya.
“Aku kangen kamu Stef. Aku cinta kamu, aku gak mau kamu kenapa-napa dan aku harus tetep pacaran sama Cassie supaya hidup kamu tenang.”batin Iqbaal
*
Steffi menghapus air matanya kasar. Matanya terus menatap kearah TV 21inc layar datar miliknya. Ia sedang menonton infotainment, dan hari ini seluruh infotainment memberitakan hubungan Iqbaal dan Cassie. Bella yang sedari tadi duduk disamping Steffi kini menepuk pundak Steffi pelan.
“Yang sabar ya Stef.”ujar Bella sambil tersenyum
Steffi ikut tersenyum simpul”Iya Bel. Lagipula aku emang harus belajar kalo gak mungkin superstar kaya Iqbaal bisa pacaran sama cewek bisa aja kaya aku. Kayakanya cowok perfect yang bisa pacaran sama cewek biasa aja itu Cuma ada didalam drama. Gak didunia nyata, dan aku harus bisa nerima kenyataan.”
Bella memeluk Steffi”Percaya sama aku kalo kalian emang ditakdirkan berjodoh kalian pasti ketemu suatu hari nanti, kamu percaya cinta sejati kan?”
Steffi mengangguk”Iya aku percaya.”
Bella menepuk punggung Steffi lembut. Air mata Steffi kembali menetes ia tersenyum getir begitu kenangan indah bersama Iqbaal kini terlintas dipikirannya.
“I miss you Baal, semoga kita nanti bisa bersatu lagi dan gak akan pernah terpisahkan.”batin Steffi
TAMAT


0 komentar:

Poskan Komentar