Hello..... Welcome to my blog :D I hope you enjoy here :) this blog specially for SoniQ, Always BD, Siwonest, Zaynster and Shivers :). Thank you for visiting and don’t forget to leave your comment guys :D CINTA BEGINI (Short Story Iqbaal & Salsha) | Lollypop Love

Senin, 19 Agustus 2013

CINTA BEGINI (Short Story Iqbaal & Salsha)

CINTA BEGINI
“Steffi ninggalin gue, dia lebih milih Bastian dibanding gue.”
Pemuda tampan ini tengah menunduk, raut wajahnya menunjukkan kalau ia sanagt sedih sekarang. Angin malam yang menusuk tulang itu kini menerpa kulit dua siluet ini. Si gadis yang sedari tadi dengan setia mendengar curahan hati sahabatnya sedari tadi itu menatap sahabatnya prihatin. Gadis cantik ini menepuk pundak pemuda tadi pelan.
“Udahlah Baal, cewek itu gak Cuma Steffi aja. Masih banyak kok cewek diluar sana yang tulus sayang sama lo.”
Pemuda bernama Iqbaal itu kini mengangkat wajahnya. Ia menatap sahabatnya yang sedari tadi duduk disampingnya ini.
“Gak semudah itu Sal.”ujar Iqbaal putus asa
“Iya gue tau, tapi seiring berjalannya waktu lo pasti bisa kok lupain Steffi.”
Gadis cantik berperawakan tinggi yang biasa dipabggil Salsha ini tersenyum, mencoba meyakinkan sahabatnya.
“Jadi pacar gue ya Sal, biar gue bisa lupain Steffi”kata-kata gila itu meluncur begitu saja dari mulut Iqbaal
Salsha tertunduk, memang sejak dulu Salsha menyukai Iqbaal tapi ini bukan yang Salsha inginkan.
“Lo jadiin gue pelarian lo?”Tanya Salsha yang tak bisa menutupi kesedihannya
“Bukan gitu, gue Cuma gak mau galau lama-lama gara-gara Steffi. Dan gue yakin kalo gue pacaran sama lo, gue bisa lupain Steffi.”
Dada Salsha terasa sesak, rasanya menyakitkan sekali. Seolah Iqbaal kini telah mempermainkannya dengan semudah itu meminta Salsha jadi pacarnya. Tanpa ada hati dan cinta.
“Please Sal, mau ya.”
Iqbaal menatap Salsha dengan tatapan memohonnya. Iqbaal kini meremas tangan Salsha lembut.
Salsha menghela nafas sejenak sebelum akhirnya mengangguk.
*
Sore itu Iqbaal mengajak Salsha jalan-jalan ke taman. Salsha tengah menunggu Iqbaal yang tengah membeli es krim disalah satu bangku. Salsha memilih bermain dengan gadgetnya sambil menunggu Iqbaal.
“Ini Sal es krimnya.”
Iqbaal meyerahkan es krim rasa stroberi pada Salsha sementara ditangannya yang satu lagi Iqbaal membawa es krim rasa coklat untuk dirinya sendiri.
Salsha mengerutkan keningnya”Kok rasa stroberi sih Baal, gue kan gak suka.”
Iqbaal yang sudah duduk disamping Salsha kini menatap Salsha bingung”Tapi dulu Steffi….”
Iqbaal tak melanjutkan omongannya, kini ia lebih memilih diam sambil menunduk. Bagaimana mungkin ia membelikan salsha es krim kesukaannya Steffi.
“Oh ini es krim kesukaan Steffi ya Baal?”Tanya Salsha berpura-pura tegar yang kini memasang senyum palsu
Jujur rasanya sakit sekali. Mereka sudah hampir seminggu berpacaran namun Iqbaal belum juga melupakan Steffi. Salsha tau tak semudah itu ia bisa menggantikan posisi Steffi dihati iqbaal. Tapi kenapa dulu Steffi dengan mudah menggeser posisinya sebagai sahabat Iqbaal. Tiba-tiba saja Steffi datang dan membuat Iqbaal jatuh cinta. Semenjak saat itu Iqbaal jadi jarang menghabiskan waktunya bersama Salsha. Semua waktunya ia berikan untuk Steffi. Salsha merasa kehilangan, mereka sudah bersahabat sejak kecil, mereka selalu bersama kemanapun merka pergi. Tapi hal itu tidak berlaku semenjak ada Steffi. Dan apada akhirnya dua bulan yang lalu Iqbaal dan Steffi resmi berpacaran. Salsha benar-benar menjauh dari Iqbaal begitu mengetahui Iqbaal Steffi jadian. Salsha tidak mau mengiris hatinya sendiri dengan terus-terusan melihat iqbaal dan Steffi sampai akhirnya bebrapa hari yang lalu Iqbaal datang ke rumah Salsha dan bercerita tentang putusnya hubungannya dengan Steffi.
“Maaf ya Sal, gue lupa kalo lo sukanya vanilla.”
Salsha memaksakan dirinya untuk tersenyum”Gak pap kok Baal, stroberi juga enak.”
*
Jam istirahat ini dimanfaatkan oleh hampir seluruh siswa untuk mengisi perut mereka dikantin, begitupun Salsha dan Iqbaal. Salsha menatap Iqbaal yang sama sekali tak menyentuh makanannya, justru asyik menatap Steffi dan Bastian yang duduk tak jauh dari mereka.
“Lagi ngeliatin apa sih Baal?”Tanya Salsha pura-pura tidak tau
“Ngg gak kok Sal, gue gak ngeliatin Steffi.”ceplos Iqbaal tanpa sadar
Salsha tersenyum tipis”Tuh kan ketahuan.”
Iqbaal menunduk”Maafin gue Sal.”
Salsha menautkan alisnya”Buat?”
“Gue yang sering nyakitin lo.”
Salsha lagi-lagi tersenyum seolah ia baik-baik saja padahal hatinya sudah hancur berkeping-keping”Gak papa kok Baal.”
“Gue bukan pacar yang baik Sal.”
Pacar ? bahkan Salsha sama sekali tidak merasa bahwa mereka pacaran. Iqbaal tidak pernah bilang ‘ I love you’ ke Salsha. Mereka tidak punya panggilan sayang seperti orang pacaran lainnya. Bahkan mereka menggunakan ‘Elo-Gue’ bukan ‘Aku-Kamu’ saat bicara. Iqbaal tak pernah memeluk ataupun mencium Salsha. Memegang tangan saja jarang.
“Gue tau kok, gak semudah itu Steffi hilang dari pikiran lo. Meskipun dia udah nyelingkuhin lo, lo tetep cinta mati kan sama dia?”
Iqbaal terdiam, gadis didepannya ini benar-benar berhati malaikat. Iqbaal merasa sangat berdosa telah menyakiti Salsha. Iqbaal meraih tangan Salsha lalu menggenggamnya lembut.
“Gue bakal berusaha buat cinta sama lo Sal, maafin gue yang terlalu sering nyakitin lo.”
Salsha tahu bahwa ucapan Iqbaal barusan hanya sekedar ucapan saja, tidak akan ada buktinya! Tapi, hati Salsha sudah sangat senang mendengarnya. Salsha terlalu mencintai Iqbaal dan rasa cintanya itu yang membuatnya sakit sendiri. Ia tidak pernah memkirkan hatinya sendiri, yang ia tahu yang penting Iqbaal bahagia.
*
“Baal kok ngelamun sih?”
“Iya Stef.”
Salsha tersenyum masam lagi-lagi Iqbaal memanggilnya Steffi. Salsha menghampiri Iqbaal dan duduk disampingnya. Salsha mengulurkan brownies buatannya pada Iqbaal.
“Gue bikinin khusus buat lo.”
“Makasih ya Sal.”
Iqbaal memasukkan sepotong brownies ke mulutnya”Enak banget Sal.”puji Iqbaal
“Beneran?”
Iqbaal mengangguk sambil terus memakan browniesnya. Rasanya Iqbaal tidak mau berhenti memakannya karna saking enaknya rasa brownies buatan Salsha. Salsha merasa sangat senang karna Iqbaal menyukai brownies buatannya. Semalaman ia begadang demi membuat kue favorit Iqbaal ini.
“Iya, kalo lo buka toko kue pasti laris manis.”
“Kalo lo mau gue bisa bikinin lo tiap hari.”
“Ntar lo repot.”
“Gak repot kok.”
Salsha menatap tanpa kedip Iqbaal yang kini tengah tersenyum manis padanya. Ini pertama kalinya ia melihat senyuman Iqbaal yang semanis ini semenjak Iqbaal putus dari Steffi.
“Gue seneng Baal liat lo kaya gini, semoga lo bisa terus tersenyum meskipun itu bukan karna gue.”batin Salsha
*
Iqbaal menatap resah gugusan bintang malam ini. Hatinya benar-benar dilema sekarang. Tiba-tiba saja tidak ada angin tidak ada hujan Steffi menghampirinya dan mengajaknya balikan. Iqbaal tidak bisa membohongi dirinya sendiri, ia masih sangat mencintai Steffi. Tapi, apakah ia akan setega itu pada Salsha?
Salsha terlalu baik padanya dan ia kan menjadi orang yang sangat berdosa jika harus menyakiti gadis itu lagi. Salsha sahabatnya sejak kecil dan ia tidak yakin hubugan mereka akan baik-baik saja jika ia kembali bersama lagi dengan Steffi.
Iqbaal mengacak rambutnya frustasi. Ia memilih kembali ke kamarnya dan meninggalkan balkon karna angin malam ini sangat menusuk tulangnya. Kaos dan celana pendeknya sama sekali tidak membantu menghangatkan tubuhnya yang agak kurus itu.
Iqbaal merebahkan tubuhnya diatas ranjang mencoba memejamkan mata dan mulai tidur. Bukan ide yang bagus untuk begadang mengingat besok ia harus sekolah.
*
Aku bisa terima
Meski harus terluka
Karena ku terlalu
Mengenal hatimu
Aku telah merasa dari awal pertama
Kau takkan bisa lama
Berpaling darinya
Ternyata hatiku benar
Cintamu hanyalah sekedar
Tuk sementara
Akhirnya kita harus memilih
Satu yang pasti
Mana mungkin
Terus jalani
Cinta begini
Karna cinta tak akan ingkari
Tak kan terbagi
Kembalilah pada dirinya
Biar ku yang mengalah
Aku terima
“Sal gue….”
“Udahlah Baal gak papa kok.”
“Gue gak tega sama lo Sal.”
“Gue bakal baik-baik aja tanpa lo.”
“Tapi…”
“Gak ada tapi-tapian, lo harus balik lagi sama Steffi.”
Salsha menepuk pundak Iqbaal”Denger ya Baal, kesempatan itu gak selalu datang dua kali. Kalo lo gak balik ke Steffi dan tetep sama gue, lo gak akan bahagia. Karna cinta lo itu Steffi bukan gue.”
“Makasih ya Sal. Udah jadi sahabat terbaik gue selama hampir 16 tahun ini.”
Salsha tersenyum tipis”Semoga lo bahagia sama Steffi, selamanya.”
“Yaudah gue samperin Steffi dulu ya”
Salsha mengangguk saat Iqbaal bangkit dari duduknya. Salsha menatap punggung Iqbaal yang makin menjauh.
“Makasih ya Baal, udah mau jadi pacar gue walaupun Cuma beberapa hari itu udah cukup buat gue. Sebenernya gue gak mau ngelepas lo tapi mau gimana lagi hati lo gak akan bisa berpaling ke gue. Dan gue gak boleh egois. Ini demi kebahagiaan lo. Gue rela kalo harus jadi pelarian lo lagi nanti. Mungkin ini kedengaran bodoh tapi apapun bakal gue lakuin buat lo.”

TAMAT

0 komentar:

Poskan Komentar