Hello..... Welcome to my blog :D I hope you enjoy here :) this blog specially for SoniQ, Always BD, Siwonest, Zaynster and Shivers :). Thank you for visiting and don’t forget to leave your comment guys :D KALA CINTA MENGGODA ( CERPEN) | Lollypop Love

Selasa, 22 Januari 2013

KALA CINTA MENGGODA ( CERPEN)


                                                    KALA CINTA MENGGODA
Sejak jumpa kita pertama
Ku langsung jatuh cinta
Pemuda bernama lengkap Iqbaal Damian Putra ini tengah asyik berkutat dengan computer tablet miliknya memainkan games favoritnya. Ia menghentikan aktivitasnya sejenak untuk menyeruput ice cappuccino pesanannya. Ia mengalihkan pandangannya keseluruh sudut café tapi ia tak kunjung juga menemukan sosok yang dicarinya. Iqbaal mendengus kesal”Kebiasaan deh si Babas kalo janji pasti aja ngaret.”dumelnya
Iqbaal kembali berkutat dengan tabletnya hingga beberapa saat kemudian ia dikagetkan dengan sebuah suara yang sangat dikenalnya.
“Sorry bro tadi gue jemput pacar gue dulu.”
Iqbaal menoleh sambil memasang tampang bête nya”Kebiasaan deh lo Bas.”
Bastian nyengir memamerkan deretan gigi putihnya”Hehe kenalin nih cewek gue.”
Bastian menarik seseorang yang sedari tadi bersembunyi dibelakangnya. Sesosok perempuan cantik dengan dress pink selutut sedang tersenyum super manis  untuk Iqbaal”Hai gue Anabella Vristy Laura, panggil aja Bella.”ujarnya ramah
Iqbaal tercengang, baru kali ini ai melihat gadis yang menurutnya begitu cantik dengan senyum yang sangat manis. Ada debaran-debaran aneh dalam tubuh Iqbaal, ia merasa sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Iqbaal membalas uluran tangan Bella”Gue Iqbaal temennnya Bastian kunyuk yang paling kece.”ujar Iqbaal sambil menyeringai
Bella terkekeh geli”Narsis banget sih Bas temen kamu.”ucap Bella
“Dia emang gitu makanya nggak laku-laku.”kata Bastian sekenanya
Iqbaal manyun”Enak aja lo bilang gue nggak laku gue itu Cuma belum nemuin cewek yang cocok buat gue itu aja.”elak Iqbaal”Yaudah duduk gih.”
Bastian menarik kursi untuk Bella terlebih dahulu sebelum akhirnya ia menarik kursi untuk dirinya sendiri.
“Lo udah pesen Baal?”tanya Bastian
Iqbaal mengangguk”Udah.”
Bastian mengalihkan pandangannya ke Bella”Kamu mau pesen apa sayang?”
Bella tampak berpikir sejenak”Mmm milkshake coklat aja deh.”
“Nggak makan?”
Bella menggeleng”Aku lagi diet.”
“Tanpa kamu diet kamu juga udah cantik kok sayang.”gombal Bastian
Pipi Bella bersemu merah”Ihh kamu mah gitu gombal mulu.”
Bastian mencubit hidung Bella”Tunggu bentar ya cantik, aku pesenin dulu.”pamit Bastian yang lalu beranjak dari kursinya
“Oh iya Baal lo udah lama sahabatan sama Bastian?”Tanya Bella memulai pembicaraan
“Dari TK.”jawab Iqbaal singkat
“Wow pasti kalian udah deket banget ya?”
“Ya gitu deh udah kayak sodara sendiri.”
Bella mangut-mangut lantas kini ia memainkan ponselnya. Iqbaal menatap Bella kagum”Cantik banget sih lo Bel.”batinnya
Bella yang sadar sedang diperhatikan pun menatap Iqbaal bingung”Kenapa sih Baal ngeliatin gue kayak gitu? Ada yang salah?”
Iqbaal menggeleng”Enggok kok, Cuma lo itu cantik banget.”puji Iqbaal tulus
Iqbaal bisa melihat pipi Bella yang memerah dan itu membuat Bella terlihat lebih manis. Ya setidaknya seperti itulah menurut Iqbaal
“Dasar gombal.”ucap Bella
“Beneran tau Bel lo tuh cantik, banget malah.”ucap Iqbaal meyakinkan”Bastian beruntung banget bisa dapetin elo.”
Pipi Bella kian memerah”Udah deh Baal jangan kayak Bastian yang hobbynya ngegombal mulu.”
“Yaampun Bella gue harus ngomong berapa kali sih kalo lo itu cantik.”
Bella menatap Iqbaal kesal lalu mendaratkan cubitan diperut Iqbaal”Rasain nih.”
Iqbaal meringis kesakitan, ia mengelus perutnya yang tersa perih. Namun tak berapa lama Iqbaal menyeringai, menampakkan senyum jahilnya”Nggak sakit weekkk.”ucap Iqbaal yang kini menjulurkan lidahnya
Bella memajukan bibirnya tak berapa lama Bella menyerang Iqbaal dengan cubitan tanpa ampun”Rasain nih, ini balesan buat cowok yang tukang gombal ngeselin pula.”Kata Bella sadis
Iqbaal merintih”Awww Bel udah dong sakit nih.”mohon Iqbaal”Ampun deh ampun.”
“Nggak ada ampun buat lo”Bella terus mecubiti Iqbaal mulai dari perut lengan sampai pinggang.
“Ehem.”
Aksi penyiksaan Bella terhadap Iqbaal terpaksa berhenti karna Bastian sudah kembali dengan pesanannya.
“Cie udahakrab aja nih.”ujar Bastian yang kini menaruh pesanannya dimeja lantas kembali duduk. Bella menatap Bastian manja”Sayang temen kamu tuh nyebelin.”rajuk Bella manja
“Dia emang gitu kok sayang selain narsis dia juga nyebelin.”ucap Bastian kemudian mengerling mesra ke Bella yang membuat Bella tersenyum.
Iqbaal manyun semanyun manyunnya menjadi bahan tertawaan dua sejoli ini. Namun yang lebih Iqbaal rasakan adalah sedih karan ia sadar harapannya untuk memiliki Bella tidak akan pernah tercapai karna Bella adalah pacar sahabat baiknya sendiri.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Walau ku tau kau ada pemiliknya
Namun ku tak dapat membohongi hati nurani
Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini
Iqbaal terus memandangi  foto Bella yang ia curi dari kamar Bastian tadi siang. Tepat satu minggu sudah Iqbaal mengenal Bella dan selama itu perasaan Iqbaal semakin berkembang menjadi rasa yang dinamakan cinta. Iqbaal menghela nafas berat kenapa ia harus jatuh hati pada Bella yang jelas-jelas adalah kekasih dari sahabatnya sendiri.
“Kenapa harus elo sih Bel? Kenapa? Baru kali ini gue ngerasain yang namanya cinta tapi kenapa harus begini jadinya?”
“Aaarrrrrgggghhh.”teriak Iqbaal frustasi
Iqbaal bangkit dari kursi yang didudukinya lantas berjalan menuju balkon kamarnya. Iqbaal menggenggam erat pagar yang mengelilingi balkon kamrnya. Iqbaal mendongak ke atas menatap bintang yang bersinar gemerlap di langit malam.
“Bintang kenapa sih sekalinya gue jatuh cinta, gue harus jatuh cinta sama pacar sahabat gue sendiri?”tanya Iqbaal pada bintang yang paling terang
“Kok lo gak jawab sih?”tanya Iqbaal kesal
“Jawab woy gue harus gimana.”bentak Iqbaal
Ckck cinta memang bisa membuat semua orang gila. Iqbaal mengacak rambutnya frustasi”Gue gak peduli, gue bakal nembak Bella dan gue harus siap nerima semua konsekuesinya.”ujar Iqbaal mantap
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Maka ijinkanlah aku mencintaimu
Atau biarkan aku sekedar sayang padamu
Bella  menatap Iqbaal tak percaya terlebih saat Iqbaal menyatakan perasaanya beberapa saat yang lalu. Ia tak habis pikir apa yang ada dipikiran Iqbaal.
“Lo gila ya Baal, gue tuh pacar Bastian sahabat lo sendiri.” marah Bella
Iqbaal tertunduk”Sorry Bel.”sesalnya”gue gak tau harus gimana lagi, gue gak bisa pendem perasaan ini lama-lama.”
“Dan lo tau apa yang bakal terjadi kalau Bastian tau?”
“Please jangan kasih tau Bastian, gue gak minta balesan dari perasaan gue kok Bel.”mohon Iqbaal”Tapi ijinin gue buat tetep cinta sama lo atau sekedar sayang sama lo.”
Bella terdiam, bukannya apa-apa tapi sejak awal ia bertemu Iqbaal hatinya berkata lain. Ia mulai memikrkan Iqbaal setiap malam dan itu mulai menggeser posisi Bastian dihatinya. Bella tidak mau menyakiti Bastian dengan berkhianat apalagi dengan sahabantnya sendiri. Tapi Bella tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau hatinya mulai berpihak pada Iqbaal dan saat Iqbaal menyatakan perasaanya tadi perasaan Bella bercampur menjadi satu. Senang, sedih, merasa bersalah semuanya bercampur menjadi satu.
Iqbaal meraih tangan Bella”Gue gak minta balesin cinta lo kok Bel, gue Cuma mohon lo ngijinin gue buat tetep cinta sama lo, karna dengan mencintai lo gue bener-bener tau gimana cinta itu.”
Bella hanya terdiam, ia bingung harus bagaimana sekarang. Iqbaal atau Bastian? argh memikirkannya saja sudah membuatnya gila.
“Baal gue…..”
Bugh. Sebuah pukulan mendarat di wajah Iqbaal. Bella membelalak lalu menatap siapa yang memukul Iqbaal.
“Bastian?”kaget Bella
Tak berhenti disitu Bastian kembali menarik kerah kemeja Iqbaal lalu kembali memukulnya bertubi-tubi. Air mata Bella luber saat itu juga, ia merasa ini semua salahnya.
“Ternyata gini kelakuan lo ya Baal di belakang gue.”ujar Bastian sinis
“Ma-af-Bas.”ujar Iqbaal terbata karna pukulan Bastian yang membabi buta
Bastian mendorong Iqbaal keras hingga Bastian tersungkur dilantai”Gue gak nyangka Baal, lo setega ini sama gue.”ujar Bastian”Inikah Iqbaal sahabat gue dari orok hah? Nusuk sahabatnya sendiri dari belakang.”Bastian berucap tajam
Bella terus menangis sesenggukan menatap mereka berdua.
“Gue emnag salah Bas, lo boleh pukul gue semau lo.”kata Iqbaal lirih”Bunuh gue kalo bisa ngabuat lo puas.”
Bella berdiri didepan Iqbaal melindungi Iqbaal yanga kan dipukul lagi oleh Bastian”Pukul aku aja Bas, aku yang salah.”
“Oh jadi kamu sekarang belain Iqbaal.”ujar Bastian tajam”Sekarang aku Tanya, kamu pilih aku atau Iqbaal?”
Bella terdiam, ia menunduk dalam. Setetes air mata kembali jatuh dipipinya”Aku pilih kamu Bas, tapi Plesae jangan sakiti Iqbaal dia sahabat kamu.”
Bella berdiri lalu memeluk Bastian erat”Maafin aku Baal, aku harus ngelakuin ini biar Bastian nggak benci kamu.”batin Bella
Iqbaal menatap Bastian dan Bella yang tengah berpelukan. Bukan hanya badannya yang sakit tapi hatinya. Melihat Bella yang memilih Bastian membuat hatinya terhempas hancur saat ini juga. Apalagi setelah kejadian ini Bastian pasti tidak akan mau bersahabat dengannya lagi. Iqbaal harus menelan  dua pil pahit secara bersamaan sekarang. Kehilangan sahabat terbaiknya dan tidak mendapatkan orang yang sangat dicintainya.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Iqbaal menatap foto dirinya dan Bastian saat SMP dulu. Di foto itu mereka berangkulan sambil memamerkan piala yang tim mereka dapatkan saat memenangkan kejuaraan futsal tingkat SMP se Jakarta. Iqbaal menyesali kebodohannya sendiri hingga membuat Bastian membencinya.
“Ini semua salah gue jadi gue harus siap nanggung semua resikonya.”
Iqbbal meraih HPnya yang barusan bordering. Ada sebuah sms masuk dari nomor yang tidak dikenal. Iqbaal segera membuka pesan tersebut.
From : 0857XXXXXXXX
Temuin gue di café tempat kita pertama kali ketemu dulu
Bella
Iqbaal mengucek-ucek matanya berkali-kali untuk memastikan pesan tersebut benar dari Bella. Tidak salah lagi ini bnera dari Bella. Tapi kenapa Bella mengajaknya bertemu? Tanda Tanya besar muncul di otak Iqbaal. Tak mau membuat Bella lama menunggu, Iqbaal segera ganti baju dan berangkat menuju café yang dimaksud Bella.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Sudah setengah jam berlalu namun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Bella. Iqbaalpun begitu ia memilih untuk diam dan menunggu Bella mengatakan sesuatu. Bella mengeluarkan sebuah surat dari tasnya lalu mengulurkan itu untuk Iqbaal. Iqbaal menatap Bella penuh Tanya.
“Udah baca aja.”pinta Bella
Iqbaal menurut saja lalu membuka surat tersebut dan mulai membacanya.
Dear Iqbaal
Baal, maafin gue ya udah mukulin lo waktu itu. Gue khilaf, gue bener-bener marah waktu itu sampe nggak bisa berfikir jernih. Gue sadar cinta itu bisa datang kapan aja dan tanpa diduga. Seharusnya gue nggak nyalahin lo udah jatuh cinta sma Bella karna Bella memang layak buat dicintai. Saat lo baca surat ini, gue pasti udah pergi. Lo pasti nggak tau kalo selama ini gue sakit kanker darah. Penyakit itu begitu cepat menggerogoti tubuh gue Baal. Gue udah berusaha kuat karna gue punya lo dan Bella tapi saat gue tau lo juga cinta sama Bella, semangat hidup gue udah nggak ada lagi Baal. Gue nggak bisa ngelepas kalian berdua karna kalian penting banget buat gue. Dan akhirnya Tuhan ngambil gue. Gue minta lo jagain Bella ya Baal, dengan sepenuh hati lo. Asal lo tau sebeernya Bella juga cinta sama lo, gue tau itu karna gue ngerasa Bella berubah sejak ketemu lo. Dia jadi sering ngelamun dan gue pernah mergokin dia waktu tidur dan ngigauin nama lo. Ternayata dugaan gue bener Bella emang cinta sama lo, itu yang dia tulis dibuku diarynya. Gue sakit Baal waktu tau kalian saling cinta tapi gue sadar Tuhan memang menakdirkan kalian buat bersama. Gue nggak benci kok sama lo karna lo selamanya Iqbaal, Iqbaal sahabat terbaik gue. Maafin gue ya nggak pamit dulu sama lo tapi waktu emang nggak ngijinin gue berlama-lama disini. Jaga diri lo baik-baik Baal jangan sampai lo bernasib sama seperti gue. Bahagiain Bella karna kalo nggak gue bakal ngehantuin lo. Hehe bercanda kok Baal. Kalian harus bahagia ya dan jangan lupain gue OK ?
Sahabat lo
Bastian
Iqbaal terpaku ditempatnya, ini semua seperti mimpi. Bastian meninggal? Ah ini rasanya begitu cepat.
“Setelah kejadian dirumah gue tempo hari Bastian koma Baal, dan saat itu gue baru tau kalo bastian sakit dan juga udah separah itu ternyata.”ujar bella
Iqbaal masih tidak bisa mepercayai ini, Bastian selalu terlihat sehat dan tidak pernah sekalipun menampakkan sakitnya.
“Bastian sengaja nutupin ini dari kita semua, biar kita nggak sedih.”Bella kembali berkata ia berusaha tersenyum tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri karna air mata jatuh begitu saja dari manik matanya
“Kapan Bastian meninggal?”Tanya Iqbaal
“Kemarin, dia tiba-tiba sadar terus dia nulis surat itu buat lo dan setelah itu Bastian pergi.”
“Kenapa nggak ada yang ngasih tau gue?”
“Bastian yang minta, dia nggak mau liat lo sedih.”
Kini air mata Iqbaal yang menetes, ia merasa sangat bersalah kenapa disaat seperti itu ia tidak ada disamping Bastian. Iqbaal merasa jadi sahabat yang tidak berguna.
“Anterin gue ke makam Bastian.”pinta Iqbaal yang langsung diangguki Bella
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Iqbaal menatap sendu gundukan tanah didepannya dengan nisan bertuliskan nama Bastian. Ia berjongkok lalu memegang nisan Bastian.
“Maafin gue Bas, gue udah jahat banget sama lo.”lirih Iqbaal
“Gue bukan sahabat yang baik Bas, kita berantem Cuma gara-gara hal sepele kayak gini. Harusnya lo benci gue Bas.  Lo harus benci gue dan jangan pernah maafin gue. Gue sendiri Bas yang udah ngelanggar janji kita buat nggak berantem karna hal sepele. Tapi gue ngelanggarnya gue malah jatuh cinta sama cewek lo, gue bener-bener nggak pantes disebut sahabat.”
“Bahkan disaat terakhir lo didunia inipun gue nggaka da disamping lo, gue bener-bener keterlaluan Bas, gue benci diri gue sendiri.”
Bella yang sedari tadi berdiri kini ikut berjongkok dan memeluk Iqbaal erat”Udah Baal, jangan salahin diri lo terus karna yang sebenernya salah itu gue.”
“Nggak Bel, gue yang salah seharusnya gue nggak nembak lo waktu itu dan ini semua nggak akan terjadi.”
Bella melepas pelukannya lalu menatap Iqbaal dalam”Semua ini udah diatur sama Tuhan Baal, kita nggak boleh nyalahin diri kita sendiri terus-menerus. Bastian pasti sedih ngeliat kita kayak gini.”
Iqbaal tersenyum tipis”Lo bener Bel, kita nggak boleh terus-terusan sedih.”
Bella tersenyum” I love you Baal.”ujar Bella malu-malu
Iqbaal menatap Bella tak percaya. Apa ia tidak salah dengar?
“Sebenernya gue udah cinta sama lo sejak pertama kali kita ketemu, dan gue nggak bisa mendem perasaan ini lebih lama lagi.”ujar Bella sambil menunduk
“I love you too Bel, dan gue bakal bahagiain lo dan nggak akan pernah nyakitin lo, gue janji.”
Iqbaal memeluk Bella erat lalu mengecup puncak kepala Bella”Aku pegang janji kamu.”ujar Bella dalam pelukan Iqbaal
“Makasih Bas lo udah ngenalin Bella ke gue, dan berkat lo gue dan Bella bisa bersatu sekarang. Semoga lo tenang di alam sana.”Batin Iqbaal yang mendongak menatap langit
“Kamu ngapain sih liat ke atas?”Tanya Bella
“Aku lagi ngomong sama Bastian.”
Bella ikut mendongak ke atas”Mana nggak ada tuh?”
“Meskipun kita nggak liat Bastian tapi aku yakin dia lagi liat kita sekarang.”
Bella mangut-mangut lalu kembali mendongak”Makasih buat semuanya Bas, aku nggak akan lupain kamu. Semoga kamu tenang Bas di sana.”ujar Bella sambil tersenyum
Iqbaal tersenyum, memeluk Bella semakin erat dan membiarkan angin menerpa tubuh meraka. Ia sudah berjanji tidak akan menyakiti Bella dan ia memgang teguh  janji itu sekarang dan sampai kapanpun.

TAMAT

4 komentar:

Poskan Komentar